Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Tak Terima Dituding Minta Sejumlah Uang ke Kades, Empat Perangkat Desa Lombang Laok yang Dipecat Tuntut Bukti Permintaan Uang

Hera Marylia Damayanti • Rabu, 19 Februari 2025 | 14:25 WIB
Dituduh minta sejumlah uang, perangkat desa tuntut bukti permintaan uang
Dituduh minta sejumlah uang, perangkat desa tuntut bukti permintaan uang

BANGKALAN, RadarMadura.id – Pemberhentian empat perangkat Desa Lombang Laok, Kecamatan Blega, Bangkalan, makin runyam.

Pemberhentian perangkat yang ditengarai tidak aktif itu sudah ditetapkan berdasarkan surat keputusan (SK) yang dikeluarkan Kepala Desa (Kades) Lombang Laok Machfud pada Selasa (7/1).

Silang pendapat antara perangkat dan Kades mengenai mekanisme pemberhentian perangkat sempat terjadi.

Pertama, perangkat yang dipecat menilai tindakan yang diambil Kades Machfud melabrak ketentuan.

Sementara Machfud berpendapat bahwa empat perangkat tersebut tidak pernah bekerja selama masa kepemimpinannya.

Moch. Solehuddin, salah seorang perangkat yang diberhentikan menyatakan, statement yang menyatakan empat orang perangkat meminta uang kepada Kades tidak benar.

Namun, sebaliknya, dia justru yang ditawari uang oleh Machfud agar mengundurkan diri sebagai perangkat desa.

”Kami tidak pernah meminta uang seperti yang disampaikan oleh camat Blega sebelumnya. Saya bisa buktikan itu,” jelasnya Selasa (18/2).

Pria yang akrab disapa Isol itu memastikan tiga orang perangkat desa lainnya pun tidak ada yang pernah meminta uang kepada Kades.

Sebab, sejak awal dirinya dengan perangkat yang lain berkomitmen dan konsisten untuk tidak menerima uang berapa pun nominal yang ditawarkan kepada mereka.

”Kami berempat sudah berkomitmen, berapa pun uang yang ditawarkan kepada kami tidak akan diterima,” sambungnya.

Lebih lanjut Isol menyatakan, jika dirinya dan perangkat desa yang lain dituduh pernah meminta sejumlah uang harus bisa dibuktikan.

Namun, dia mengakui jika komunikasi mengenai pemberhentian perangkat desa tersebut pernah melibatkan seorang tokoh di Kecamatan Blega.

Statement yang mengatakan perangkat meminta uang dengan nominal sekian, saya pastikan tidak benar,” paparnya.

Sebelumnya, Camat Blega Qomari mengaku pernah berkomunikasi dengan salah seorang pejabat di Bangkalan untuk meminta bantuan berkomunikasi dengan salah seorang perangkat yang diberhentikan agar kondisi desa kondusif.

Qomari mengaku tidak pernah menawarkan untuk memberikan uang.

Menurut dia, empat perangkat desa tersebut yang meminta sejumlah uang kepada Kades Lombang Laok.

Namun karena nilai yang ditawarkan oleh Kades mungkin terlalu sedikit, empat perangkat itu menganggap dipecat sepihak. (za/luq)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Hera Marylia Damayanti
#kades #Meminta uang #dipecat #bukti #perangkat desa #melabrak ketentuan #diberhentikan #Lombang Laok