BANGKALAN, RadarMadura.id – Angka kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di Kabupaten Bangkalan cukup tinggi.
Buktinya, selama 2024, terjadi 746 laka lantas di wilayah hukum Bangkalan. Sebanyak 103 korban meninggal dunia, 75 orang mengalami luka berat, dan 544 luka ringan.
Kerugian materi yang disebabkan ratusan laka lantas di Kabupaten Bangkalan itu ditaksir mencapai Rp 408.450.300.
Sementara kendaraan yang terlibat kecelakaan didominasi sepeda motor. Jumlahnya 533 unit kendaraan. Kemudian, disusul mobil penumpang tujuh unit.
Lalu, angkutan orang 95 unit, angkutan barang 98 unit, dan kendaraan listrik dua unit.
Laka lantas paling banyak terjadi antara pukul 12.00–15.00. ”Yaitu mencapai 95 kejadian,” ungkap Kanit Gakkum Polres Bangkalan Ipda Akh. Jauhari.
Kecelakaan sering terjadi di beberapa titik. Pihaknya sudah memetakan titik mana saja yang rawan terjadi kecelakaan.
Petama, di ruas jalan raya akses Suramadu di Desa Sukolilo, Kecamatan Labang. Kemudian, Jalan Raya Patemon, Jalan Raya Galis, Jalan Raya Blega, dan Jalan Raya Klampis.
Selain itu, yang ditetapkan sebagai kawasan blackspot adalah jalan raya Desa Dumajah.
”Sedangkan yang masuk kategori trouble spot yaitu Jalan Raya Patemon, Pasar Tanah Merah, Galis, Blega, dan Pasar Klampis,” tandasnya. (za/jup)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Berta SL Danafia