SAMPANG, RadarMadura.id – Massa aksi yang mengatasnamakan Solidaritas Pemuda dan Mahasiswa Peduli Kemanusiaan menggelar aksi damai di Mapolres Sampang Kamis (21/11).
Mereka menyoroti penanganan insiden berdarah di wilayah Kecamatan Ketapang yang menewaskan Jimmy Sugito Putra, 44.
Korlap aksi Abdurrahman Wahid menyatakan, massa aksi yang turun jalan merupakan gabungan antara perwakilan pemuda dari 14 kecamatan dan mahasiswa dari berbagai kampus di Sampang.
Semuanya satu tujuan untuk melakukan aksi damai sebagai bentuk peduli kemanusiaan atas insiden berdarah di Kecamatan Ketapang.
”Kejadian itu sudah menjadi perhatian masyarakat seluruh Indonesia, bukan hanya di Kabupaten Sampang,” terangnya.
Pihanya menyadari kasus tersebut sudah ditangani Polda Jatim. Namun, pihaknya sengaja melakukan aksi damai di Mapolres Sampang yang seharusnya lebih bertanggung jawab dalam insiden yang terjadi di Kecamatan Ketepang. Sebab, lokus kejadiannya di Kabupaten Sampang.
”Walaupun sudah ditangani Polda Jatim, Polres Sampang bukan berarti tutup mata atau angkat tangan. Polres Sampang harus tetap bertanggung jawab atas kejadian ini,” tegasnya.
Polda Jatim hanya berhasil menangkap tiga pelaku yang diduga terlibat dalam kasus pembacokan terhadap korban di Desa Ketapang Laok, Kecamatan Ketapang.
Padahal, dalam video yang beredar, terduga pelaku yang terlibat dan menenteng sajam lebih dari tiga orang.
”Ini menjadi pertanyaan bagi masyarakat Sampang, kenapa Polda Jatim sampai sekarang hanya menangkap tiga orang,” ujarnya dengan nada penuh tanya.
Pria asal Kecamatan Sokobanah itu menambahkan, di balik kejadian itu pasti otak atau dalang di balik kejadian berdarah tersebut.
Sebab, pembacokan itu tidak dilakukan secara terencana lantaran tidak dilakukan oleh satu orang.
”Korban menghadapi segerombolan pelaku dalam keadaan tangan kosong tanpa senjata. Sudah pasti itu bukan persoalan pribadi,” terangnya.
Kasat Intel Polres Sampang AKP Rochim Soenyoto mengatakan, institusinya bersikap tegas dalam menangani perkara tersebut. Apalagi, kejadian itu menggegerkan masyarakat dan langsung ditangani Polda Jatim.
”Sejak awal, kami sudah respon dengan cepat menangani perkara itu. Saat ini tim polda masih turun ke lokasi untuk menindaklanjuti dengan melakukan pencarian pelaku lainnya,” jelasnya.
Sebelumnya, insiden berdarah menewaskan korban Jimmi Sugito Putra Minggu (17/11). Dia dibacok segerombolan orang yang membawa senjata tajam di tempat kejadian perkara (TKP), Desa Ketapang Laok, Kecamatan Ketapang, Sampang.
Korban sempat dibawa ke RSUD Ketapang pada Minggu (17/11). Kondisinya sudah mengalami pendarahan aktif dan kesadarannya menurun. Korban dinyatakan meninggal di RS Ketapang pukul 17.15. (bai/jup)
Editor : Ina Herdiyana