BANGKALAN, RadarMadura.id – Petugas gabungan bea cukai, Polri, TNI, dan satuan polisi pamong praja (satpol PP) gencar melakukan operasi rokok ilegal dalam sepekan terakhir.
Penyelundupan rokok tanpa cukai tersebut dilakukan lewat jalur darat. Tapi, ada indikasi pengiriman rokok ilegal melalui jalur laut.
Sekretaris Satpol PP Bangkalan Muhammad Hasbullah mengaku sudah menerima laporan terkait pengiriman rokok bodong melalui jalur laut.
Namun, pihaknya belum bisa memastikan kebenaran itu karena belum melakukan operasi di jalur tersebut.
”Belum kami temukan, cuma dari hasil rapat dan informasi yang kami kumpulkan mengarah ke sana (lewat jalur laut),” ungkapnya kemarin (13/10).
Dia mengutarakan, operasi penertiban rokok ilegal itu hanya bisa dilakukan bea cukai.
Sejauh ini belum ada arahan dan petunjuk terkait operasi rokok bodong di jalur laut.
”Ini gawenya bea cukai. Jadi, operasi di laut belum dilakukan,” tuturnya.
Hasbullah menilai, pengusaha rokok ilegal mulai menurunkan intensitas pengiriman melalui jalur darat.
Sebab, beberapa kali diamankan petugas. Pihaknya mencurigai rokok bodong dikirim melalui jalur laut, baik menggunakan perahu maupun melalui akses Pelabuhan Kamal.
”Entah dikirim dari mana dan ke mana, kami belum mendapatkan informasi lanjutan,” paparnya.
Dia menjelaskan, pemberantasan rokok ilegal sudah lama dilakukan. Di antaranya melalui operasi pasar 18 kecamatan di Bangkalan.
Kegiatan operasi rutin dilakukan. Namun, hasil operasi yang besar saat ditemukan di mobil pengiriman dan transportasi umum.
”Intensitas penambahan (barang bukti) memang meningkat pada saat operasi di akses Suramadu,” terangnya.
Kasatpolairud Polres Bangkalan Iptu Muarib menyatakan, sejauh ini belum ada indikasi pengiriman rokok ilegal lewat jalur laut.
Namun, pihaknya tetap mengantisipasi peredaran rokok bodong tersebut. Dia juga memastikan volume kendaraan yang menyeberangi Pelabuhan Kamal sedikit.
”Belum ada koordinasi apa pun, baik dari bea cukai ataupun dari satpol PP,” jawabnya singkat. (za/bil)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti