Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Nasabah BRI Asal Lenteng, Sumenep, Jadi Korban Penipuan Online, Ini Sebabnya

Hera Marylia Damayanti • Kamis, 25 Juli 2024 | 13:35 WIB
Ilustrasi tindak kejahatan penipuan online atau social engineering. (Pixabay.com)
Ilustrasi tindak kejahatan penipuan online atau social engineering. (Pixabay.com)

SUMENEP, RadarMadura.id – Nasabah BRI harus lebih cermat saat menerima link dari seseorang.

Nasabah tidak boleh mengirim kode one-time password (OTP) atau sandi kepada penipu atau fraudster.

Jika sudah kena retas atau hack, maka saldo di rekening bisa ludes. Hal ini dialami Abdur Rasyid, warga Dusun Langgundi, Desa Lembung Timur, Kecamatan Lenteng, Kamis (2/5).

Menerima laporan saldo nasabah sebesar Rp 15.750.000 raib, BRI Sumenep langsung bergerak.

BRI melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab raibnya saldo milik nasabah tersebut.

Hasilnya, terungkap jika nasabahnya menjadi korban dari tindak kejahatan penipuan online atau social engineering.

”Kami sangat berempati atas hal itu,” kata Pimpinan Cabang (Pinca) BRI Sumenep Heru H.

Menurut dia, berdasar hasil investigasi, insiden yang dialami Abdur Rasyid tersebut murni bukan diakibatkan kesalahan dari sistem perbankan.

”Jika disebabkan kesalahan dari sistem perbankan, BRI tentunya akan melakukan penggantian kepada nasabah,” tegasnya.

Heru mengimbau kepada seluruh nasabah untuk selalu berhati-hati dan tidak mengunduh serta menginstal maupun mengakses aplikasi yang tidak resmi.

Termasuk menjaga kerahasiaan data pribadi dan data perbankan kepada orang lain atau pihak yang mengatasnamakan BRI.

Baca Juga: Hakim Jatuhkan Vonis Maksimal pada Angga, Diduga Lakukan Penipuan Dana Haji Pasutri di Pamekasan

”Jangan sampai memberikan informasi data pribadi maupun data perbankan (nomor rekening, nomor kartu, PIN, username, password, OTP, dan lain-lain) melalui saluran, tautan website dengan sumber yang tidak resmi atau tidak dapat dipertanggungjawabkan,” imbaunya.

Dijelaskan, dengan maraknya modus penipuan digital, BRI sudah memberikan informasi berupa imbauan yang sangat lengkap dan detail.

Sebab, data atau informasi bisa dicuri oleh penipu jika seseorang menginstal aplikasi dengan sumber yang tidak jelas atau tidak resmi yang dikirimkan oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab.

”BRI sudah dengan jelas mengumumkan kepada masyarakat, terutama kepada nasabah, bahwa modus social engineering bisa terjadi kapan pun dan di mana pun,” terang Heru.

Heru menegaskan, BRI selalu menjaga data kerahasiaan nasabah dan tidak pernah menghubungi nasabah untuk minta data rahasia. Mulai dari username, password, PIN, maupun kode OTP, dan data lainnya.

”Kami selalu menggunakan saluran resmi, baik website maupun media sosial yang sudah terverifikasi sebagai media komunikasi yang bisa diakses oleh masyarakat secara luas,” tandasnya. (di/yan)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Hera Marylia Damayanti
#Nasabah BRI #Social Engineering #mengimbau #digital #retas #penipuan online #saldo nasabah #OTP #Sistem Perbankan