PAMEKASAN, RadarMadura.id – Pemohon surat izin mengemudi (SIM) di Kota Gerbang Salam cukup banyak.
Sebab, dalam sebulan, jumlah pemohon SIM baru dan perpanjangan yang tercatat di kantor Satuan Penyelenggara Administrasi (Satpas) SIM Satlantas Polres Pamekasan mencapai 1.500 orang.
Baur SIM Satlantas Polres Pamekasan Aiptu A. Sahlan mengatakan, jumlah pemohon SIM baru atau yang memperpanjang setiap bulan bervariasi.
Namun, secara keseluruhan, jumlah pemohon tidak kurang dari 1.000 orang sebulan (selengkapnya lihat grafis).
”Sudah mulai banyak warga yang mengajukan permohonan pembuatan SIM. Paling banyak pada September–November 2023, jumlahnya 1.500 pemohon. Sedangkan pada Desember 2023 jumlahnya hanya 1.000 orang,” ujarnya.
Sahlan memaparkan, peluang pemohon tidak lulus tes saat ini kecil Sebab, lintasan uji praktik yang harus diikuti pemohon sekarang sudah sangat mudah.
Bentuk lintasan uji praktik yang semula berbentuk angka 8, kini diganti berbentuk huruf S. ”Mayoritas tidak lulus tes tulis. Alasannya, malas baca dan tidak cermat,” tuturnya.
Dijelaskan, sebenarnya tidak ada batasan mengikuti ujian. Namun, jika sudah tiga kali tidak lulus tes, maka institusinya akan memberikan pendampingan secara intensif.
Baca Juga: Pengadaan Pakaian Dinas Pimpinan dan Anggota DPRD Sampang Sedot Anggaran Ratusan Juta
”Tapi, biasanya, setelah mengikuti ujian kedua, banyak yang lulus. Sebab, setelah mengikuti ujian tahap pertama, petugas sudah memberi tahu apa saja yang perlu dipelajari,” terangnya.
Sahlan menerangkan, tarif SIM sudah ada ketentuannya dan telah diatur oleh institusinya.
Namun, nominalnya belum termasuk dengan tambahan biaya penerbitan surat keterangan lolos tes psikologi dan tes kesehatan.
”Sebab, pelaksanaan tes psikologi dan tes kesehatan ditangani oleh pihak ketiga,” ungkapnya.
Menurutnya, pihaknya terus berupaya agar animo warga, khususnya pemilik kendaraan, semakin termotivasi memiliki SIM.
Baca Juga: Miliki Segudang Pemain Berkelas, Manchester United Tumbangkan Tim Kasta Keempat Newport County 2-4
Karena itu, institusinya sering melakukan visitasi dan sosialisasi ke lembaga pendidikan. ”Salah satu tujuannya, mengedukasi pelajar akan pentingnya memiliki SIM sebelum mengendarai kendaraan bermotor,” ulasnya.
Ditambahkan, ada beberapa manfaat jika pengendara sudah mengantongi SIM. Salah satunya, untuk klaim pengajuan bantuan dana Jasa Raharja.
”Harus melampirkan SIM untuk mengurusnya (Jasa Raharja). Karena itu, kami mengajak masyarakat yang sudah memenuhi syarat untuk segera memiliki SIM,” pungkasnya. (bai/yan)
Editor : Fatmasari Margaretta