Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Polda Jatim Kerahkan Subdit Jatanras, Bantu Polres Bangkalan Ciptakan Kondusivitas di Kecamatan Tanjungbumi

Hera Marylia Damayanti • Senin, 15 Januari 2024 | 14:13 WIB
MINTA KETERANGAN: Kapolres Bangkalan AKBP Febri Isman Jaya berdialog dengan Hasan Busri dan Mohammad Wardi di halaman mapolres Minggu (14/1). (ZEINAL ABIDIN/JPRM)
MINTA KETERANGAN: Kapolres Bangkalan AKBP Febri Isman Jaya berdialog dengan Hasan Busri dan Mohammad Wardi di halaman mapolres Minggu (14/1). (ZEINAL ABIDIN/JPRM)

BANGKALAN, RadarMadura.id – Untuk mencegah terjadi bentrokan susulan di Kecamatan Tanjungbumi, Kapolda Irjen Pol Imam mengerahkan Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim. Nantinya, subdit tersebut akan mem-back up Satreskrim Polres Bangkalan dalam menjaga kondusivitas wilayah pasca pengungkapan kasus pertikaian antar pemuda di Desa Bumi Anyar.

Kapolres Bangkalan AKBP Febri Isman Jaya mengatakan, untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak dikehendaki, aparat kepolisian melakukan penjagaan ketat. Dia mengakui jika institusinya mendapat dukungan personel dari Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim yang dipimpin oleh AKBP Arbaridi Jumhur.

”Selain anggota Satreskrim Polres Bangkalan dan Polsek Tanjungbumi, yang stand by (di sekitar lokasi dan titik-titik strategis lainnya) adalah personel dari Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim. Untuk saat ini, kondisi aman dan terkendali. Kami optimistis kondusivitas tetap terjaga. Apalagi, terduga pelaku sudah kami amankan,” katanya.

Febri Isman Jaya menegaskan, pertikaian yang menewaskan empat orang itu bukan dipicu oleh lahan parkir atau tambak, sebagaimana rumor yang beredar di media sosial (medsos). Perkelahian itu terjadi lantaran kesalahpahaman antara Hasan Busri dan Mat Tanjar.

”Tidak ada motif perebutan lahan parkir atau tambak, tidak ada motif lain selain kesalahpahaman antara kedua belah pihak,” ucapnya.

Menurutnya, Hasan Busri semula dipukul oleh Mat Tanjar. Sebab, Hasan Busri menegur Mat Tanjar. Bahkan, setelah itu Mat Tanjar menantang Hasan Busri untuk berduel. Mat Tanjar lalu menyuruh Hasan Busri pulang untuk mengambil senjata tajam (sajam).

”Ternyata terduga pelaku (Hasan Busri) meladeni tantangan Mat Tanjar. Dalam perjalanan pulang ke rumahnya, Hasan Busri bertemu dengan adiknya, Mohammad Wardi. Hasan Busri kemudian mengajak adiknya,” paparnya.

Setiba di tempat kejadian perkara (TKP), Hasan Busri dan Mohammad Wardi langsung menghampiri korban. Informasi yang diterima polisi, saat itu di Buju’ Korong ada sekitar 10 pria yang sudah membekali diri dengan sajam. Namun, yang turun ke arena hanya lima orang.

”Tiga orang meninggal di lokasi dan satu lainnya meninggal dalam perjalanan ke Puskesmas Tanjungbumi,” imbuh Febri Isman Jaya.

PASRAH: Dua tersangka pembunuhan di Bumi Anyar, Tanjungbumi, Bangkalan, digiring petugas menuju lokasi konferensi pers Minggu (14/1). (ZEINAL ABIDIN/JPRM)
PASRAH: Dua tersangka pembunuhan di Bumi Anyar, Tanjungbumi, Bangkalan, digiring petugas menuju lokasi konferensi pers Minggu (14/1). (ZEINAL ABIDIN/JPRM)

Dijelaskan, kedua tersangka tidak kenal akrab dengan tiga korban yang berasal dari Desa Larangan Timur. Yakni Mat Tanjar, Mat Terdam, dan Najehri. Khusus korban bernama M. Hafit, kedua tersangka mengaku kenal. Sebab, masih ada hubungan kekerabatan. Namun, yang bersangkutan berada di kubu Mat Tanjar.

Selain mengamankan barang bukti (BB) berupa sajam jenis celurit, jaket, sandal jepit, dan sarung, aparat kepolisian juga menyita handphone milik Mat Tanjar. Handphone tersebut digunakan korban untuk menghubungi saudara-saudaranya.

Baca Juga: Diduga Cabuli Anak Yatim, Oknum Guru Ngaji di Larangan, Pamekasan, Diringkus Polisi

Hasan Busri dan Mohammad Wardi di hadapan polisi mengungkapkan, di arena ada lima orang yang ikut terlibat dalam pertikaian. Namun, terdapat satu orang yang tidak dikenalnya tapi memegang celurit. Setelah melihat empat orang yang bertikai sudah tergeletak, Hasan Busri lalu meminta orang yang dikenalnya untuk tidak ikut campur.

”Ada satu orang yang kami lepaskan. Kami meminta dia untuk pergi saja. Kalau tetap melawan, kemungkinan juga akan menjadi korban,” ucap Hasan Busri.

Meski terlibat pertikaian, Hasan Busri dan Mohammad Wardi tidak mengalami luka sabetan sajam sama sekali. Hanya jaket dan sarung yang dikenakan Hasan Busri sobek terkena sabetan celurit Mat Tanjar.

Sekadar mengingatkan, pertikaian dua lawan empat di Desa Bumi Anyar terjadi Jumat (12/1) sekitar pukul 18.30. Akibat pertikaian di tepi jalan Dusun Kwanyar itu, empat orang dilaporkan tewas. Empat mayat itu selanjutnya dievakuasi oleh aparat kepolisian ke RSUD Syamrabu Bangkalan. (za/yan)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Hera Marylia Damayanti
#celurit #bentrokan #antisipasi #sajam #empat orang tewas #subdit jatanras polda jatim #pertikaian