Informasi yang dihimpun di Jawa Pos Radar Madura (JPRM), setelah salat Isya, Kades Syafiuddin mengendarai mobil Avanza miliknya untuk menghadiri acara pengajian. Di dalam kendaraan berwarna silver itu ada empat penumpang. Yakni, istri, anak, dan sepupunya.
Sekitar pukul 23.00 dia pulang dan berencana pindah ke pengajian lain. Saat perjalanan pulang itu, sepupunya yang mengendarai mobil. ”Saat perjalanan pulang, tiba-tiba ada bunyi tembakan. Setelah dicek, ada lubang bekas tembakan di pintu sebelah kanan depan,” katanya.
Syafiuddin menduga sasaran dugaan penambakan itu adalah dirinya. Sebab, saat berangkat dirinya yang mengemudi sendiri. Dia bersyukur, tidak ada korban atas insiden yang dialaminya. ”Jelasnya ketemu besok (hari ini, Red). Saya sedang banyak tamu. Sekalian mau ke polres untuk menindaklanjuti,” jelasnya singkat.
Sementara itu, Kapolres Bangkalan AKBP Wiwit Ari Wibisono saat dikonfirmasi melalui Kasatreskrim AKP Bangkit Dananjaya membenarkan adanya laporan insiden tersebut. Pihaknya sedang melakukan penyelidikan. Yakni, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mencocokkan apakah bekas tembakan atau bukan. ”Sepertinya bukan lubang tembakan,” katanya.
AKP Bangkit memastikan, pihaknya akan memastikan apakah lubang di kendaraan milik Kades tersebut bekas tembakan atau bukan. Namun, hasil sementara, lubang kendaraan milik Kades bukan lubang bekas tembakan.
Namun, pihaknya terus melakukan penyelidikan untuk memastikan kebenaran insiden tersebut. ”Kami bekerja sesuai fakta. Manakala ada bukti-bukti yang mengarah pada penembakan, pasti kami proses,” janjinya. (rul/han) Editor : Abdul Basri