Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Ditawar Berapa pun Mr Love Tidak Akan Dijual Mas Buser Beri Musang Pakan Susu dan Bubur Bayi

Amin Basiri • Minggu, 6 Juli 2025 | 21:27 WIB

HOBI: Arif bersama Mr. Love, musang mozaik kesayangannya di Desa Trasak, Kecamatan Larangan, Pamekasan, Sabtu (28/6).
HOBI: Arif bersama Mr. Love, musang mozaik kesayangannya di Desa Trasak, Kecamatan Larangan, Pamekasan, Sabtu (28/6).

PAMEKASAN, RadarMadura.id– Memiliki hewan kesayangan tidak hanya meningkatkan energi positif untuk tubuh seseorang, namun juga meningkatkan pendapatan jika ditekuni menjadi hobi yang terbayar.

Seperti ternak musang milik Arif yang dikenal hingga berbagai kota.

Warga Desa Trasak, Kecamatan Larangan, Arif memiliki hobi yang cukup unik. Kebiasaannya setiap hari yakni memelihara hewan, khususnya musang.

Hewan yang memiliki nama latin aradoxurus hermaphroditus itu kini total ada 14 yang telah dikandangi oleh Arif.

Arif menyampaikan telah menyukai musang semenjak duduk di bangku SD kelas IV. Saat itu dirinya hanya memiliki musang pandan biasa.

Namun kini koleksinya telah berkembang hingga ke musang pandan mozaik yang memiliki nilai harga yang cukup fantastis.

Musang pandan mozaik hampir sama seperti musang pada umumnya.

Perbedaannya terletak pada warna bulunya yang berkombinasi warna putih susu. Sementara musang pandan biasa hanya berwarna hitam.

Arif membeli musang pandan pertama kali dari Jepara senilai Rp 3,5 juta.

”Saya kali pertama memiliki musang beli ke orang Jepara senilai Rp 3,5 juta untuk jenis musang pandan.

Kemudian saya coba breeding ternyata sukses,” katanya Sabtu (28/6).

Hasil breeding yang dilakukan oleh Arif kini menghasilkan 10 indukan dan empat anakan.

Peternakan tersebut merupakan persilangan pernikahan musang pandan biasa dengan musang mozaik asal Jepara.

Keturunannya sukses menghasilkan jenis musang pandan mozaik dan platinum.

”Sukses itu dilihat dari keberhasilan saat menghasilkan anakan mozaik, karena tidak semua pernikahan bisa menghasilkan mozaik. Apalagi ada yang gagal,” tambahnya.

Dalam perawatan musang, Arif memeliharanya seperti merawat anak sendiri.

Sedari kecil anakan musang telah diberi pakan susu dan bubur bayi untuk kebutuhan protein.

Selain itu juga perlakuan khusus pada kebersihan musang dan kandang yang teratur.

”Jika usia dua bulan baru kami beri pakan kucing dan pakan selingan seperti kepala ayam.

Jika dihitung sebulan bisa mencapai Rp 700 ribu biaya perawatannya,” terang pria berusia 35 tahun itu.

Meskipun perawatannya terbilang merogoh kantong lebih dalam, pengeluaran tersebut dirasa stimpal dengan omzet penjualannya.

Pasalnya, harga satu ekor musang bisa berkisar Rp 15 juta hingga Rp 30 juta. Pasarannya telah terjual hingga kota Cikampek, Pekalongan, Banyuwangi, Surabaya, dan daerah sekitar Madura yang kini menghasilkan satu unit motor.

”Cuma ada satu musang yang tidak akan saya jual, saya beri nama Mr. Love meskipun beberapa orang sudah ada yang menawar,” ungkapnya.

Pria yang akrab disapa Mas Buser itu menyampaikan Mr. Love merupakan persilangan Musang Pandan Jepara dan Musang Pandan Normal.

Musang jenis ini memiliki ciri khas bulu warna putih dominan bersih dan keunikan bentuk love di kepalanya.

”Makanya saya namakan Mr. Love dan ini musang paling ganteng di kandang saya, InsyaAllah akan saya ikutkan kontes di Surabaya nanti,” terangnya.

Sementara, untuk menaklukkan puluhan hewan bergigi tersebut Arif menaklukkannya dengan sering berinteraksi.

Misalnya, mengajak bermain dan sering berinteraksi di kandang. Sehingga tidak membuat musang stres.

”Jika sakit kami langsung bawa ke dokter hewan,” paparnya. Menurutnya, memelihara musang tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Karena selain harus siap dengan modal perawatannya, juga telaten dan sabar. Terlebih musang Mozaik.

”Memang tidak semudah itu menghasilkan mozaik yang bagus,” pungkasnya.

Arif sering mengingatkan kepada teman-temannya untuk tidak putus asa jika perkawinan musangnya belum membuahkan hasil.

Dengan kesabaran dan ketelatenan, Arif telah berhasil mengembangkan peternakan musangnya menjadi salah satu yang terbaik di daerahnya.

Ia berharap agar peternakan musangnya dapat terus berkembang dan menjadi contoh bagi masyarakat lainnya.

Arif juga berharap agar masyarakat dapat memahami bahwa memelihara musang tidak hanya sekedar hobi, tetapi juga dapat menjadi sumber pendapatan yang menjanjikan.

Dengan demikian, masyarakat dapat lebih terbuka terhadap peluang-peluang baru dalam mengembangkan usaha peternakan musang.

Dalam beberapa tahun terakhir, Arif telah menjadi salah satu peternak musang yang paling sukses di daerahnya. Ia telah membuktikan bahwa dengan kesabaran dan ketelatenan, kita dapat mencapai kesuksesan dalam beternak musang. (ay/luq)

Editor : Amin Basiri
#hewan #hiburan #musang