RadarMadura.id— Siapa sangka, secangkir kopi dan pertemuan santai di Indonesia bisa menyalakan kembali api yang nyaris padam?
Gareth Evans, otak kreatif di balik The Raid, baru-baru ini memberi sinyal mengejutkan: The Raid 3 mungkin belum mati.
Tak ada pengumuman resmi, tak ada tanggal rilis. Tapi dalam wawancara dengan Entertainment Weekly saat mempromosikan film barunya Havoc di Netflix, Evans membuka sedikit pintu harapan.
Semua berawal dari pertemuan emosionalnya dengan Iko Uwais, sang pemeran Rama. “Kami memang sering chat di WhatsApp,” ujar Evans, “Tapi melihat dia langsung setelah bertahun-tahun… rasanya seperti melihat adik sendiri yang tumbuh menjadi pria sejati.” Dan di sanalah, ide The Raid 3 kembali muncul dari abu masa lalu.
Baca Juga: Warisan Kuliner Balado Ayam Kemangi Khas Minangkabau: Perpaduan Pedas dan Segar yang Menggoda Selera
Sementara itu, dunia terus bergerak. Iko Uwais kini sudah jadi langganan film laga Hollywood. Dari The Night Comes For Us, Beyond Skyline, Snake Eyes, hingga kemunculan singkat tapi berkesan di Star Wars: The Force Awakens.
Nama Uwais tak lagi sekadar lokal—dia adalah bintang global dengan ciri khas: pertarungan tangan kosong dan intensitas tanpa kompromi.
Namun bagi banyak penonton, tak ada yang bisa menyamai sensasi The Raid. Film pertamanya, dirilis pada 2011, menghadirkan kekerasan sinematik dalam bentuk paling murni.
Baca Juga: Ceker Masak Kecap Pedas: Lezatnya Ceker dengan Sentuhan Pedas yang Bikin Ketagihan
Sebuah tim polisi terjebak di sarang penjahat dalam satu gedung apartemen, dan dari sana, lahirlah pertarungan berdarah yang revolusioner.
Tak lama kemudian, The Raid 2 memperluas dunia Rama ke ranah kriminal bawah tanah, dengan skala lebih besar dan tensi yang lebih dalam.
Meski begitu, Gareth Evans tak tinggal diam setelah The Raid 2. Ia mengeksplorasi horor lewat Apostle, lalu menciptakan dunia kriminal baru lewat Gangs of London, serial brutal yang kini masuk musim ketiga. Namun tetap saja, bayangan The Raid tak pernah benar-benar hilang dari benaknya.
Baca Juga: Pasti Gaka Bakal Gagal Kalau Ikuti Resep Pangsit Isi Ayam Udang Ini: Lezat dan Mudah Dibuat di Rumah
Evans tak gegabah. Ia menegaskan bahwa jika The Raid 3 benar-benar dibuat, ia ingin menyajikan versi terbaik.
“Kalau aku membuatnya, itu harus lebih dari sekadar nostalgia. Harus ada alasan kuat untuk kembali,” katanya.
Bagi para penggemar aksi, sinyal ini cukup untuk membuat jantung berdebar. Dunia The Raid, dengan segala darah, luka, dan kejayaan silat, masih punya peluang untuk hidup kembali. Tidak hari ini, mungkin tidak tahun depan—tapi harapan itu kini nyata.
Jadi, bersiaplah. Jika pintu gedung itu terbuka lagi, Rama mungkin sudah menunggu di ujung lorong—dan pertarungan belum selesai. (Fadila)
Editor : Fadila An Naila