RadarMadura.id - Di tengah dunia pertempuran supranatural Solo Leveling, satu sosok bayangan bersinar terang karena kekuatan dan pesonanya yang luar biasa: Igris.
Berjubah merah dan bersenjata tajam, ia bukan hanya bayangan biasa—melainkan jenderal bayangan yang paling loyal sekaligus karismatik milik Sung Jin-Woo.
Igris memang jarang bicara, tapi aksinya di medan tempur berbicara lebih lantang daripada ribuan kata.
Di balik tatapannya yang dingin dan tegas, tersimpan segudang fakta menarik yang membuatnya semakin disukai penggemar.
Apa saja rahasia sang ksatria bayangan ini? Berikut tujuh di antaranya yang paling mengesankan!
Bisa Berpikir Logis dan Modern
Meski berasal dari dunia bayangan dan tunduk sepenuhnya pada Jin-Woo, Igris punya cara berpikir yang matang. Ia bahkan pernah berdebat dengan Bellion soal masa depan Suho.
Ketika Bellion ingin anak Jin-Woo langsung belajar pedang, Igris justru menyarankan pendidikan formal sebagai prioritas.
Bahkan, di masa lalu, ia juga kerap membantu Jin-Woo mengerjakan tugas sekolah. Siapa sangka, sang jenderal bayangan juga bisa jadi guru les!
Kekuatan Setara Mantan Raja Semut
Setelah Jin-Woo resmi menjadi Shadow Monarch, kekuatan Igris kembali ke puncaknya. Dulunya ia adalah pasukan bayangan terkuat sebelum Beru muncul.
Namun seiring waktu, kekuatannya meningkat dan kembali setara dengan Beru, menyisakan hanya Bellion sebagai satu-satunya yang lebih unggul. Igris bukan cuma simbol kehormatan, tapi juga senjata mematikan di medan tempur.
Senjata Legendaris Peninggalan Raja Iblis
Pedang lama milik Igris sempat diganti dengan senjata baru yang jauh lebih mematikan: Devil King’s Long Sword, peninggalan dari Baran, Raja Iblis. Pedang ini mampu mengeluarkan petir dalam setiap tebasan.
Jin-Woo memercayakan senjata itu kepada Igris karena lebih nyaman menggunakan belati. Kombinasi Igris dan pedang petir ini menjadikannya sosok yang hampir tak bisa dihentikan di pertempuran.
Ujian Pertama Jin-Woo: Duel Hidup dan Mati
Saat Jin-Woo menjalani misi perubahan profesi, Igris menjadi ujian pertamanya. Dan bukan main-main, pertarungan itu nyaris berujung kekalahan bagi Jin-Woo. Kecepatan, teknik, dan kekuatan Igris terlalu mendominasi.
Namun, Jin-Woo berhasil menang setelah menemukan celah di helm Igris dan menyerangnya berulang kali dengan belati Kasaka hingga efek debuff-nya meruntuhkan sang ksatria.
Telekinesis yang Menakutkan
Igris bukan hanya piawai bermain pedang. Ia juga menguasai kekuatan telekinesis melalui skill Ruler’s Hand. Dengan kemampuan ini, ia bisa menggerakkan benda dari jarak jauh, termasuk memanggil pedangnya kembali ke tangannya.
Kemampuan ini kemudian diwarisi Jin-Woo setelah mengalahkan Igris, menjadi salah satu skill paling ikonik dalam jajaran kekuatan Shadow Monarch.
Suara yang Akhirnya Terdengar
Pada awalnya, Igris adalah Elite Knight yang tak bisa berbicara. Namun ketika Jin-Woo resmi menjadi Shadow Monarch dan meningkatkan kekuatannya, status Igris berubah menjadi Marshal. Ia pun mendapatkan kembali suaranya.
Salah satu momen tak terlupakan adalah ketika ia mengejek Frost Monarch dalam pertempuran, menunjukkan bahwa sang ksatria juga bisa sarkastis.
Kepercayaan Langsung dari Shadow Monarch Ashborn
Jauh sebelum Jin-Woo menjadi raja bayangan, Igris sudah terlebih dahulu dipercaya oleh Ashborn, Shadow Monarch terdahulu. Ia ditugaskan untuk menjadi penguji dalam ritual perubahan Job Jin-Woo.
Tugas itu bukan sembarangan—hanya mereka yang paling loyal dan kuat yang bisa dipercaya menguji pewaris kekuatan terbesar. Igris bukan hanya prajurit, ia adalah ujian dari takdir.
Di balik sikap diam dan tatapan dinginnya, Igris adalah jenderal bayangan yang menyimpan kekuatan, kecerdasan, dan kesetiaan tanpa tanding. Ia bukan hanya prajurit; ia adalah simbol kepercayaan dan kekuatan dalam Solo Leveling. Tak heran jika setiap kemunculannya selalu membuat penggemar terpukau. Dan kini, dengan tujuh fakta ini, kita tahu: Igris memang pantas disebut sebagai legenda dalam dunia bayangan. (fadila)
Editor : Fadila An Naila