Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Bukan Karena Tidak Mampu, Ini Alasan Klan Uchiha Gagal Jadi Hokage di Konoha yang Pasti Belum Kamu Ketahui!

Fadila An Naila • Minggu, 9 Februari 2025 | 15:58 WIB

Itachi Uchiha dan Sasuke Uchiha
Itachi Uchiha dan Sasuke Uchiha

RadarMadura.id - Klan Uchiha dikenal sebagai salah satu klan paling kuat dan berpengaruh dalam sejarah Konohagakure.

Tanpa mereka, Konoha bahkan mungkin tidak akan pernah ada. Nama desa ini sendiri diberikan oleh seorang Uchiha, Madara Uchiha.

Meski begitu, meski klan ini memiliki pengaruh besar dalam membangun desa, tidak ada satupun Hokage yang berasal dari Uchiha.

Mengapa ini bisa terjadi? Berikut beberapa alasan mengapa Uchiha sulit menjadi Hokage di Konoha.

1. Pembantaian Klan Uchiha: Tanda Stigma Abadi

Salah satu peristiwa paling tragis yang mengguncang Konoha adalah pembantaian klan Uchiha yang dilakukan oleh Itachi Uchiha. Atas perintah petinggi Negara Api, Itachi membunuh hampir seluruh anggota klannya sendiri untuk melindungi Konoha dan adiknya, Sasuke.

Peristiwa ini semakin memperburuk citra klan Uchiha di mata penduduk desa. Setelah pembantaian itu, hanya sedikit anggota klan Uchiha yang tersisa, dan populasi mereka pun menyusut drastis.

Selain itu, pembantaian klan Uchiha juga semakin menguatkan stigma bahwa klan ini adalah klan yang berbahaya dan penuh dengan kebencian.

Kekerasan dan pengkhianatan yang terjadi menambah ketakutan masyarakat terhadap potensi kekuatan mereka. Hal ini tentu saja semakin mempersempit peluang bagi seorang Uchiha untuk memimpin sebagai Hokage.

2. Sejarah Pahit yang Tak Bisa Dihapus

Ketegangan antara klan Uchiha dan Konoha sudah dimulai sejak awal pembentukan desa. Meski klan Uchiha memiliki andil besar dalam mendirikan Konoha bersama klan Senju, sejarah kelam mereka terus menghantui.

Madara Uchiha, yang seharusnya menjadi bagian dari pemimpin desa pertama, malah berusaha menghancurkan Konoha setelah merasa tidak dipilih sebagai Hokage pertama.

Meskipun Madara gagal, peristiwa ini meninggalkan luka yang mendalam bagi hubungan antara Uchiha dan desa.

Lebih parah lagi, Obito Uchiha yang juga merupakan bagian dari klan ini, pada hari kelahiran Naruto, melepaskan Kurama untuk menghancurkan Konoha. Momen ini semakin mengonfirmasi ketakutan warga desa terhadap kekuatan destruktif klan Uchiha.

Akibatnya, klan Uchiha diasingkan dan diberi pengawasan ketat oleh Konoha.

3. Terbatasnya Jumlah Anggota Klan Uchiha

Setelah pembantaian klan Uchiha, hanya sedikit keturunan murni yang tersisa. Sasuke Uchiha dan Sarada Uchiha adalah satu-satunya anggota yang masih hidup di Konoha.

Dengan jumlah yang terbatas, klan Uchiha semakin menjadi klan minoritas di desa ini. Hal ini membuat mereka kesulitan untuk mendapatkan dukungan yang dibutuhkan untuk memimpin.

Sebagai klan minoritas, Uchiha juga akan kesulitan mendapatkan suara untuk menjadi Hokage.

Tak hanya karena jumlah anggota yang terbatas, tetapi juga karena banyaknya orang yang masih mengingat sejarah kelam mereka, yang semakin menghambat langkah mereka menuju kursi kepemimpinan.

4. Kepercayaan yang Terus Tergerus

Salah satu alasan utama mengapa Uchiha sulit menjadi Hokage adalah kurangnya kepercayaan dari warga Konoha dan petinggi negara.

Pada masa pemerintahan Hashirama Senju, meski ia berusaha mendekati Madara dengan rencana untuk menjadikannya Hokage pertama, Tobirama, adiknya, menentangnya dengan alasan bahwa pemilihan harus dilakukan secara demokratis.

Ketika Hashirama akhirnya menjadi Hokage pertama, hubungan antara Senju dan Uchiha semakin renggang.

Meskipun Madara sempat diiming-imingi posisi Hokage kedua, kepercayaan Uchiha terhadap pemerintahan Konoha semakin menurun. Bahkan, Tobirama yang menjadi Hokage kedua tetap tidak sepenuhnya mempercayai klan Uchiha.

Ketegangan yang terus berlanjut ini mengarah pada pembentukan Pasukan Polisi Militer Konoha yang akhirnya diberikan kepada klan Uchiha, tetapi lebih sebagai langkah untuk mengawasi mereka daripada sebagai bentuk kepercayaan sejati.

5. Siapa yang Akan Mengganti Sarada sebagai Hokage?

Kini, di bawah kepemimpinan Naruto Uzumaki sebagai Hokage ketujuh, Sarada Uchiha adalah satu-satunya harapan klan Uchiha untuk melanjutkan ambisi mereka menjadi Hokage.

Sarada yang cerdas dan berbakat mungkin memiliki peluang, namun jalannya masih sangat berat.

Sebagai klan minoritas dengan latar belakang penuh konflik, Sarada harus berjuang keras untuk mendapatkan kepercayaan dari seluruh warga Konoha. Selain itu, ia harus menghadapi pandangan negatif terhadap klan Uchiha yang masih sangat melekat.

Kesimpulan: Harapan Masih Ada, Tapi Jalannya Terjal

Meskipun tidak ada aturan yang melarang klan Uchiha untuk menjadi Hokage, mereka harus menghadapi kenyataan pahit bahwa sejarah panjang mereka penuh dengan pengkhianatan dan kekerasan. Kepercayaan warga dan petinggi Konoha terhadap mereka sudah tergerus oleh berbagai peristiwa buruk di masa lalu.

Meskipun demikian, di tangan Sarada Uchiha, masa depan mungkin menawarkan perubahan dan harapan baru. Namun, apakah ia akan mampu mengatasi stigma dan tantangan besar ini untuk menjadi Hokage? Hanya waktu yang akan menjawab. (fadila)

Editor : Fadila An Naila
#Konoha #hokage #alasan #naruto #seru #uchiha