RadarMadura.id— Dalam serial One Piece, pertarungan adalah elemen penting yang selalu membuat alur cerita semakin menarik. Biasanya, aksi paling mendebarkan melibatkan Monkey D. Luffy.
Namun, ada juga sejumlah pertarungan epik yang tetap memukau meski tanpa sang kapten Topi Jerami. Inilah 8 pertarungan seru di One Piece yang tidak melibatkan Luffy!
-
Garp vs Kuzan
Di pulau Hachinosu, Garp turun tangan untuk menyelamatkan Koby yang diculik oleh kelompok bajak laut Kurohige. Dalam misi ini, Garp berhadapan dengan Kuzan, mantan muridnya yang kini menjadi Kapten Titanic di bawah Kurohige. Tanpa ragu, Garp mengeluarkan seluruh kekuatannya, sementara Kuzan, dengan kemampuan buah iblis esnya, tidak menahan diri. Pertarungan di antara guru dan murid ini semakin mendalam dengan kilas balik masa lalu yang memperlihatkan hubungan mereka, menjadikannya salah satu duel paling emosional. -
Chopper vs Kumadori
Pertarungan ini menjadi salah satu momen paling heroik bagi Chopper. Melawan Kumadori dari CP9, Chopper sempat terdesak oleh kekuatan lawannya. Namun, di saat genting, ia menggunakan Monster Point untuk pertama kalinya, sebuah transformasi yang memperlihatkan betapa besar tekadnya untuk melindungi rekan-rekannya. Pertarungan ini menunjukkan perkembangan karakter Chopper, dari sekadar dokter hingga petarung yang bisa diandalkan. -
Ace vs Kurohige
Pertemuan dua bajak laut dengan kekuatan besar ini adalah salah satu momen yang tak terlupakan. Ace, yang ingin mengejar pengkhianat bernama Marshall D. Teach, atau Kurohige, akhirnya bertarung melawan musuhnya yang kuat. Kedua kekuatan buah iblis, Mera Mera no Mi dan Yami Yami no Mi, berbenturan dalam duel hebat. Sayangnya, meski Ace berjuang keras, ia dikalahkan dan diserahkan ke Angkatan Laut oleh Kurohige, yang kemudian meraih status Shichibukai. -
Zoro vs Mr. 1
Daz Bonez, alias Mr. 1, adalah salah satu lawan tersulit bagi Roronoa Zoro di awal petualangannya. Dengan kemampuan Supa Supa no Mi, Mr. 1 dapat mengubah tubuhnya menjadi baja yang keras dan tajam. Zoro terpaksa mengingat pelajaran dari mentornya tentang kekuatan untuk membelah besi. Setelah pertarungan sengit, Zoro akhirnya berhasil mengalahkan Mr. 1, membuktikan bahwa dirinya layak menjadi pendekar pedang sejati. -
Franky vs Senor Pink
Di Dressrosa, pertarungan antara Franky dan Senor Pink terlihat unik dan penuh kejantanan. Keduanya bertukar pukulan dalam adu fisik yang memancarkan rasa hormat satu sama lain. Meskipun Franky dikenal sebagai cyborg, ia menghargai kegigihan Senor Pink yang memiliki latar belakang tragis. Kilas balik Senor Pink menjelaskan mengapa ia berpakaian seperti bayi, menambahkan elemen emosional dalam duel mereka. -
Sanji vs Jabra
Ketika Sanji bertarung melawan Jabra dari CP9, ia menghadapi musuh yang memiliki kecepatan luar biasa dan keahlian dalam menggunakan teknik Rokushiki. Dengan kekuatan buah iblis Zoan, Jabra menjadi ancaman serius. Namun, Sanji menampilkan jurus Diable Jambe untuk pertama kalinya, memperkuat tendangannya dengan api dan berhasil mengatasi lawannya dengan teknik bertarung yang menakjubkan. -
Akainu vs Shirohige
Setelah kematian Ace, kemarahan Shirohige memuncak, dan ia langsung menyerang Akainu yang telah membunuh putranya. Meski tubuhnya sudah terluka parah, Shirohige tetap memberikan perlawanan sengit. Kedua kekuatan ini saling bertukar serangan dahsyat, dengan lava Akainu yang membakar dan pukulan gempa Shirohige yang mengguncang bumi. Pertarungan ini menjadi salah satu puncak emosional dalam Perang Marineford. -
Brook vs Big Mom
Di ruang harta karun di Whole Cake Island, Brook berdiri menghadapi salah satu Yonko, Big Mom. Meskipun Homies Big Mom kebal terhadap kekuatan jiwa Brook, ia tidak menyerah. Brook terus melawan, menunjukkan keberanian yang luar biasa meskipun tahu peluangnya untuk menang sangat kecil. Pertarungan ini menggambarkan semangat pantang menyerah dari anggota Topi Jerami.
Itulah delapan pertarungan yang memukau di One Piece meski tanpa kehadiran Luffy. Setiap pertarungan menunjukkan kekuatan, keberanian, dan perkembangan karakter dalam kisah ini. Mana yang menurutmu paling epik?
Editor : Fadila An Naila