RadarMadura.id - Alur cerita Elbaf dalam serial One Piece telah lama dinantikan oleh para penggemar.
Pulau para raksasa ini diyakini akan menghadirkan kejutan besar dalam perjalanan bajak laut Topi Jerami.
Meskipun banyak yang meyakini bahwa arc ini terinspirasi oleh mitologi Nordik, sebuah teori baru muncul yang mengarah pada kemungkinan inspirasi dari cerita klasik asal Irlandia.
Asumsi bahwa arc Elbaf terinspirasi dari mitologi Nordik memang bukan tanpa dasar dan didasari dari beberapa teori
Banyak elemen di Pulau Elbaf yang seolah terinspirasi dari budaya dan cerita dalam mitologi tersebut.
Contohnya, pakaian yang dikenakan oleh suku raksasa di pulau tersebut mirip dengan pakaian tradisional bangsa Viking.
Selain itu, dalam chapter 1127, Oda menampilkan kata "Yggdrasil", yang dalam mitologi Nordik adalah pohon kehidupan yang memiliki makna mendalam.
Kemunculan Yggdrasil memunculkan teori dari para penggemar bahwa Elbaf bisa menjadi latar bagi terjadinya "Ragnarok"—peristiwa kehancuran besar yang terkenal dalam mitologi Nordik.
Namun, di tengah spekulasi tersebut, muncul teori lain yang menyebutkan bahwa sumber inspirasi Oda mungkin bukanlah mitologi Nordik, melainkan sebuah karya klasik dari Irlandia.
Teori baru yang beredar di kalangan penggemar mengungkapkan bahwa Eiichiro Oda mungkin terinspirasi oleh cerita klasik karya Jonathan Swift yang berjudul Gulliver's Travels (Perjalanan Gulliver).
Novel ini, yang pertama kali diterbitkan pada tahun 1726, dikenal sebagai kritik terhadap pemerintah Inggris dan masyarakat yang terobsesi dengan teknologi dan ilmu pengetahuan palsu.
Dalam novel tersebut, karakter utama, Gulliver, mengunjungi sebuah pulau yang dihuni oleh para raksasa.
Hal ini dianggap memiliki kesamaan dengan arc Elbaf, di mana Luffy dan krunya tiba di pulau yang juga dihuni oleh raksasa.
Lebih lanjut, terdapat elemen cerita Gulliver's Travels yang terlihat serupa dengan yang ditampilkan di One Piece.
Salah satu contohnya adalah adegan ketika Gulliver tinggal di sebuah rumah mainan yang dibawa oleh para raksasa, mirip dengan adegan di chapter 1128 ketika Nami, Sanji, Luffy, dan Usopp terbangun di sebuah istana yang terbuat dari LEGO.
Dalam chapter tersebut, Nami dan rekan-rekannya ternyata berada di kotak mainan milik seorang raksasa bernama Sun God.
Kesamaan lainnya terlihat ketika Gulliver bertemu dengan seekor kucing raksasa di pulau raksasa, yang mirip dengan adegan di One Piece di mana Nami dan Usopp diserang oleh kucing raksasa yang kemudian berubah menjadi singa.
Bahkan dalam kisah Gulliver's Travels, Gulliver juga bertemu dengan serangga raksasa, yang memiliki kesamaan dengan serangga raksasa yang dihadapi oleh Nami dalam One Piece.
Beruntungnya, Nami berhasil mengatasi serangga tersebut dengan bantuan Zeus.
Meski terdapat banyak elemen yang menunjukkan adanya inspirasi dari mitologi Nordik, teori bahwa Eiichiro Oda terinspirasi oleh Gulliver's Travels juga memiliki landasan kuat.
Dengan adanya berbagai kesamaan dalam plot dan karakter, banyak penggemar percaya bahwa Oda sengaja menggabungkan unsur-unsur dari cerita klasik ini dalam menciptakan arc Elbaf.
Keberanian Oda untuk menggabungkan unsur-unsur budaya dan cerita dari berbagai penjuru dunia selalu menjadi salah satu kekuatan utama dalam menciptakan dunia One Piece yang kaya dan kompleks.
Dan dengan misteri yang terus membayangi arc Elbaf, kita hanya bisa menunggu hingga semua rahasia akhirnya terungkap.
Arc Elbaf tampaknya akan menjadi salah satu alur cerita paling epik dalam sejarah One Piece, menggabungkan mitologi Nordik dan cerita klasik Irlandia dalam cara yang hanya bisa dilakukan oleh Oda.
Editor : Amin Basiri