BANGKALAN, RadarMadura.id – Sorak tawa penonton tidak kalah nyaring dengan bunyi sound pembawa acara lomba panjat pinang di Desa Kool, Kecamatan Klampis, Jumat (16/8).
Kalangan anak-anak hingga ibu-ibu bersorak-sorai mendukung tim andalan masing-masing.
Lomba panjat pinang digelar dalam rangka memeriahkan HUT Ke-79 Republik Indonesia.
Ratusan pasang mata menyaksikan puluhan peserta yang mengikuti lomba tersebut.
Pesertanya dibagi dalam dua kategori. Yakni, anak-anak dan dewasa dengan tinggi pohon pinang berbeda.
Ketua Panitia Lomba Saiful Rahman menyampaikan, lomba ini masuk dalam rangkaian lomba untuk memeriahkan HUT Ke-79 RI.
Tujuannya, memberikan hiburan dan semangat bagi warga sekitar untuk mengingat sejarah kemerdekaan.
”Kegiatan ini murni untuk memeriahkan HUT kemerdekaan. Rutin kami lakukan setiap tahun,” katanya.
Panitia menyiapkan banyak hadiah menarik yang dipasang di atas pohon pinang.
Di antaranya, perlengkapan sekolah untuk kategori anak-anak. Sementara perabotan rumah tangga bagi kategori dewasa.
Selain itu, ada door prize bagi yang berhasil mengambil bendera di puncak pohon pinang.
”Kalau kategori anak door prize-nya uang tunai Rp 500 ribu, kalau dewasa Rp 1 juta,” tambahnya.
Terdapat 20 kelompok atau tim yang ikut dalam lomba panjat pinang. Setiap kelompok dewasa beranggotakan empat orang.
Sementara kelompok anak terdiri atas tiga orang. Mereka bahu-membahu untuk meraih hadiah di atas pohon pinang.
”Ini hanya diikuti warga Desa Kool,” jelasnya.
Saiful mengutarakan, lomba panjat pinang termasuk lomba yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat selain tarik tambang dan karnaval.
Mereka rela menghabiskan masa libur dengan mengikuti lomba tersebut.
Tujuannya tidak lain untuk ikut memeriahkan HUT RI.
”Kami sengaja mengambil hari Jumat karena masyarakat banyak yang libur bekerja di hari itu,” tuturnya.
Menurutnya, lomba tersebut dinilai sukses karena bisa menghibur masyarakat.
Selain itu, kegiatan UMKM masyarakat sekitar terbantu. Diharapkan, lomba tersebut bermanfaat bagi masyarakat.
”Selain untuk ajang silaturahmi, kami juga ingin mengingatkan kepada mereka tentang perjuangan para pahlawan terdahulu yang bahu-membahu dalam memperjuangkan kemerdekaan,” jelasnya.
Mistirah, 37, warga sekitar mengaku sangat terhibur dengan adanya lomba tersebut.
Masyarakat antusias mengikuti lomba tersebut dan termasuk momen yang ditunggu setiap tahun.
Lomba tersebut menjadi kebanggaan masyarakat Desa Kool.
”Ada hiburan bagi masyarakat meskipun satu tahun sekali. Bagi warga Kool lomba sangat meriah,” pungkasnya. (ay/bil)
Editor : Fatmasari Margaretta