RadarMadura.id – Natsu dan kawan-kawan kembali berpetualang di Fairy Tail 100 Years Quest, kali ini mereka dihadapkan pada misi yang jauh lebih berat dibandingkan sebelumnya, yaitu menyegel para Dewa Naga.
Sosok para Dewa Naga di Fairy Tail 100 Years Quest menghadirkan tantangan luar biasa bagi Natsu dan kawan-kawan yang bahkan dikatakan setara dengan Acnologia.
Masing-masing dari mereka memiliki kekuatan dan kemampuan unik yang membuat pertempuran menjadi semakin seru dan menegangkan.
Berikut adalah keenam Dewa Naga tersebut:
1. Mercphobia: Penguasa kota air Ermina yang awalnya kejam, namun kemudian menjadi cinta damai, dia menguasai kekuatan Water Dragon Slayer Magic.
2. Ignia: Anak angkat Igneel dan rival Natsu, dia memiliki obsesi pada kekuatan dan pertarungan, dan menguasai api yang bahkan bisa membakar air.
Ignia memiliki guildnya sendiri bernama Fire and Flame, dan kekuatannya setara dengan Acnologia.
3. Aldoron: Dewa Naga kayu raksasa dengan kekuatan luar biasa, dia dapat memanipulasi tumbuhan dan menyerap nutrisi mangsanya.
Aldoron baru bisa dikalahkan setelah Natsu menghancurkan God Seed Aldoron.
4. Selene: Satu-satunya naga betina yang damai dan ingin hidup tenang, dia menguasai Moon Slayer Dragon Magic dan teleportasi antar dimensi.
Selene juga menjadi pemimpin guild Diabolos setelah kematian Georg.
5. Dogramag: Naga yang hidup kembali dengan dua atribut sihir, yaitu Earth Dragon Slayer Magic dan Law Dragon Slayer Magic.
Dia dapat memanipulasi bumi dan memperoleh informasi dari masa lampau.
6. Viernes: Dalang di balik guild alkemis Gold Owl, dia menyamar sebagai Duke Barbaroa dan menguasai Gold Dragon Slayer Magic.
Viernes dapat mengubah target menjadi emas atau menyerang dengan logam emas.
Pertarungan melawan para Dewa Naga ini menjadi salah satu alur cerita paling menarik di Fairy Tail 100 Years Quest.
Kekuatan dan keunikan mereka membuat Natsu dan kawan-kawan harus mengeluarkan seluruh kemampuan dan strategi terbaik untuk mengalahkan mereka. (andrian)
Editor : Achmad Andrian F