Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Kimetsu no Yaiba Ungkap Tragedi Masa Lalu Gyomei Himejima: Siapa Dalang Dibalik Kehancurannya?

Fadila An Naila • Jumat, 28 Juni 2024 | 22:07 WIB

Gyomei Himejima, Demon Slayer
Gyomei Himejima, Demon Slayer

RadarMadura.id— Arc Pelatihan Hashira dalam serial shounen "Kimetsu no Yaiba" mengungkap latar belakang Gyomei Himejima, Pilar Batu yang diakui sebagai Pembasmi Iblis terkuat di korps.

Cerita ini diangkat pada episode ketujuh musim keempat, di mana Gyomei membagikan kisah memilukan dari masa lalunya sebelum bergabung dengan Korps Pembasmi Iblis.

Gyomei Himejima, yang sejak kecil kehilangan kedua orang tuanya karena alasan tak diketahui, tumbuh besar di kuil kumuh. Di sana, ia mengasuh sembilan anak yatim piatu dengan kondisi tubuh yang lemah dan kurus.

Demi kelangsungan hidup mereka, Gyomei bekerja keras, sering kali mengorbankan dirinya untuk memastikan anak-anak itu bisa makan.

Untuk melindungi kuil dari serangan Iblis, Gyomei membakar dupa Wisteria di sekitarnya dan melarang anak-anak keluar dari batas dupa tersebut. Namun, tragedi terjadi ketika salah satu anak melanggar aturan ini.

Anak tersebut, Kaigaku, membuat kesepakatan dengan Iblis untuk menyelamatkan nyawanya dengan menuntun Iblis ke kuil dan memadamkan dupa Wisteria.

Serangan Iblis yang terjadi pada malam itu menimbulkan kekacauan. Gyomei, meski buta, berusaha melindungi anak-anak yang masih hidup dengan kekuatannya yang baru disadari.

Sayangnya, hanya Sayo, anak bungsu, yang berhasil diselamatkan. Namun, pernyataan ambigu dari Sayo membuat penduduk setempat salah paham dan mengira Gyomei sebagai pelaku pembunuhan anak-anak di kuil.

Gyomei kemudian ditahan dan dijatuhi hukuman eksekusi. Beruntung, Kagaya Ubuyashiki, pemimpin Korps Pembasmi Iblis, datang menyelamatkannya.

Menguak Dalang di Balik Tragedi Gyomei Himejima

Penggemar serial ini sering merasa kesal dengan Sayo yang dilaporkan secara sembarangan kepada penduduk, menyebabkan salah paham terhadap Gyomei.

Namun, penyebab utama tragedi ini adalah Kaigaku, anak yatim piatu yang memiliki rekam jejak bermasalah. Kaigaku dikenal sebagai pencuri kecil yang sering melakukan kejahatan demi bertahan hidup.

Pada malam ketika tragedi terjadi, Kaigaku tertangkap basah mencuri uang kuil dan diusir. Di tengah pelariannya, ia bertemu dengan Iblis dan membuat kesepakatan untuk menyelamatkan dirinya dengan mengorbankan orang lain.

Kaigaku kemudian dijadikan murid oleh Jigoro Kuwajima, mantan Pilar Petir dan mentor Zenitsu Agatsuma, dengan tekad menjadi Hashira Petir yang baru.

Kaigaku Menjadi Iblis Bulan Atas 6

Kaigaku, dengan sifatnya yang tak bermoral, percaya bahwa kekuatan dan kelangsungan hidupnya adalah yang terpenting. Ia bahkan tak ragu mengorbankan orang lain demi tujuannya.

Meski Jigoro berharap Kaigaku dan Zenitsu bisa menjadi penerusnya, kekurangan Kaigaku membuatnya tak layak menjadi Pilar. Akhirnya, Zenitsu yang dipilih sebagai penerus.

Tidak menerima keputusan mentornya, Kaigaku berkeliaran mencari Iblis tangguh untuk dikalahkan. Namun, ia justru bertemu dengan Upper Moon 1, Kokushibo.

Kaigaku kembali merendahkan dirinya dengan menerima darah Kokushibo dan menjadi Iblis, menggantikan Gyutaro dan Daki sebagai Iblis Bulan Atas 6.

Pengkhianatan Kaigaku membuat Jigoro terpukul dan merasa gagal sebagai guru, hingga ia melakukan seppuku sebagai bentuk hukuman diri.

Pertarungan epik antara Zenitsu dan Kaigaku di arc terakhir menjadi ajang pembuktian bagi Zenitsu serta penghormatan terakhir kepada gurunya.

Demikianlah ulasan tentang masa lalu Gyomei Himejima dan siapa sebenarnya yang menyebabkan tragedi tersebut, yakni Kaigaku, senior Zenitsu saat pelatihan di bawah bimbingan Jigoro Kuwajima. (fadila) 

Editor : Fadila An Naila
#kimetsu no yaiba #kisah tragis Gyomei Himejima #Demon Slayer #Gyomei Himejima