RadarMadura.id— Pada bab 258, kita disuguhkan momen yang menggemparkan dalam Jujutsu Kaisen . Sukuna, sang Raja Kutukan, mengeluarkan Divine Flame yang pernah membakar Mahoraga.
Akibatnya, situasi menjadi genting, dan Yuji harus kembali merasakan kehilangan orang terdekatnya.
Mari kita bahas beberapa poin penting dari bab 259 ini:
Baca Juga: Fakta Menarik tentang Yoo Jinho Teman Baik Sung Jin Woo dalam Solo Leveling
-
Momen Saat Yuji Belajar Manipulasi Darah
Bab ini dibuka dengan momen Yuji mempelajari teknik Manipulasi Darah, khas klan Kamo. Perbedaan penjelasan antara Choso dan Noritoshi sangat mencolok.
Noritoshi menggunakan analogi aktivitas sehari-hari, sehingga penjelasannya lebih mudah dipahami. Noritoshi juga menyarankan agar Yuji memanfaatkan teknik Manipulasi Darah untuk mengatasi luka dan pendarahan.
Perbedaan ini mungkin karena Noritoshi telah mendapat pelatihan formal sejak kecil, sementara Choso mengandalkan insting.
-
Terungkapnya Cara Kerja Divine Flame
Divine Flame adalah teknik baru yang hanya bisa digunakan setelah Sukuna melakukan teknik Dismantle dan Cleave. Berbeda dari jurus biasanya, Divine Flame milik Sukuna tidak memiliki kecepatan.
Ia harus membuat teknik Binding Vow agar ini tidak diaktifkan dalam pertempuran yang melibatkan banyak orang, kecuali dalam Domain Expansion.
Akibatnya, area Malevolent Shrine semakin meluas, dan debu-debu di dalamnya terpapar energi kutukan yang eksplosif.
Sukuna juga bisa memodifikasi penghalangnya menjadi tertutup, menjadikannya seperti tungku super panas bagi para korban yang terjebak.
Teknik ini memungkinkan Sukuna untuk mengalahkan Mahoraga yang terkenal karena adaptasi super cepatnya. Namun, Sukuna tidak bisa menggunakannya melawan Gojo karena keterbatasan kekuatan.
-
Pengorbanan Choso dengan Membuat Kubah Darah
Efek Divine Flame sangat mengerikan bagi para penyihir, termasuk Yuji. Namun, kali ini Yuji selamat berkat pengorbanan Choso. Choso membuat kubah darah untuk melindungi adiknya dari panasnya Divine Flame.
-
Percakapan Terakhir Yuji dan Choso
Di detik-detik terakhir hidupnya, Choso meminta maaf karena tidak bisa mengajari Yuji dengan benar. Ia memuji Yuji yang berhasil mempelajari teknik kutukan pembalik dengan cepat.
Namun, Yuji membantah karena Sukuna sering menggunakan teknik itu saat masih berada di tubuhnya.
Choso berterima kasih kepada Yuji karena telah menjadi adik yang berharga, dan akhirnya mendengar panggilan “kakak” yang selama ini diinginkannya.
-
Todo Kembali Muncul!
Keterpurukan Yuji tidak berlangsung lama karena Todo, saudara lainnya, muncul setelah lama menghilang sejak peristiwa Shibuya.
Todo berencana menukar posisi semua orang dengan teknik Boogie Woogie menggunakan burung gagak milik Mei Mei agar bisa keluar dari domain Sukuna.
Meskipun risikonya besar, Todo berusaha memotivasi kembali Yuji yang sempat terpuruk. Kini, Yuji bersama Todo siap bertarung lagi.
Itulah pembahasan menarik dari Jujutsu Kaisen bab 259. Bagaimana pendapat kalian? Mari kita terus ikuti perkembangan cerita yang semakin menegangkan! (fadila)