RadarMadura.id- Dalam sebuah pengumuman yang telah lama dinantikan, Toyotarou, kolaborator Akira Toriyama, mengungkapkan alasan di balik penangguhan sementara manga terkenal, Dragon Ball Super.
Manga ini merupakan warisan dari mendiang Toriyama, saat ini sedang beristirahat selama satu bulan.
Dragon Ball Super terakhir kali diterbitkan dengan chapter 103, sekitar dua minggu yang lalu.
Toyotarou menyatakan bahwa salah satu alasan utama hiatus karena berpulangnya Toriyama, sang maestro di balik seri Dragon Ball.
Dalam sebuah pernyataan resmi, Toyotarou meminta maaf atas penundaan tersebut dan menyarankan penggemar untuk mengikuti informasi terbaru di majalah V Jump tentang kapan volume tankobon baru, yang akan mencakup chapter 101 hingga 103, akan dirilis.
Toyotarou juga mengakui bahwa halaman terakhir dari chapter 103 adalah penghormatan pribadi untuk Toriyama.
“Faktanya, di halaman terakhir chapter 103 ketika saya menggambar namanya, semua orang hanya berbalik dan terbang menjauh. Guru taman kanak-kanak, itu adalah editan terakhirnya,” ungkap Toyotarou.
Mengambil kesempatan ini, Toyotarou kembali mengucapkan terima kasih kepada Toriyama dan berdoa agar rohnya dapat beristirahat dengan tenang.
“Toriyama sensei, terima kasih atas kerja kerasnya. Sudah 9 tahun kita bekerja sama. Sungguh saat yang ajaib. Terima kasih banyak. Saya dengan rendah hati berdoa agar jiwa Anda beristirahat dalam damai,” ujar Toyotarou.
Sebelumnya, pada awal tahun, Toriyama sempat memberikan petunjuk tentang arc terakhir Dragon Ball Super.
“Manga Dragon Ball Super Hero terjadi tidak lama sebelum akhir asli Dragon Ball Z, cerita yang tidak lagi diasumsikan oleh Goten dan Trunks,” jelas Toriyama.
“Mengingat Dragon Ball Super baru saja menyelesaikan adaptasi animenya Dragon Ball Super: Super Hero, kemungkinan besar Arc Super berikutnya menjadi bagian yang terakhir,” pungkasnya. (fadila)