RadarMadura.id – Solo Leveling adalah salah satu manhwa (komik Korea) yang paling populer saat ini, yang mengisahkan tentang Sung Jin-Woo, seorang Hunter (pemburu) yang awalnya lemah dan menjadi kuat setelah mendapatkan sistem leveling yang unik.
Hunter adalah orang-orang yang memiliki kemampuan magis dan bertugas untuk memasuki Dungeon (gerbang) yang muncul di seluruh dunia, membunuh Monster (makhluk) yang ada di dalamnya, dan menutup gerbang tersebut.
Untuk mengukur kekuatan dan kemampuan Hunter, ada sistem ranking internasional yang digunakan, yaitu S-E.
Sistem ini dibagi menjadi tujuh tingkat, yaitu E, D, C, B, A, dan S, dengan E sebagai yang terlemah dan S sebagai yang terkuat.
Sistem ini juga digunakan untuk mengklasifikasikan Dungeon dan Monster sesuai dengan tingkat kesulitan dan bahaya yang mereka hadirkan.
Menurut Solo Leveling Wiki, sistem ranking ini sudah ada sekitar 8-9 tahun, sejak manusia pertama kali terpapar dengan keberadaan sihir.
Sistem ini menentukan segalanya tentang Hunter, termasuk pendapatan dan reputasi mereka sebagai Hunter.
Perbedaan antara rank juga tidak mudah diatasi bahkan setelah bertahun-tahun berlatih dan celah kekuatan antara rank bisa sangat lebar, seperti B-Rank dengan mudah mengalahkan C-Rank dan S-Rank jauh lebih kuat dibandingkan dengan A-Rank.
Secara alami, semakin tinggi rank Hunter, semakin berharga mereka.
Oleh karena itu, E-Rank dianggap sebagai Hunter yang tidak berguna dan mendapat bayaran sangat rendah, sementara S-Rank, terutama yang sangat kuat, sangat dihargai dan biasanya kaya raya.
Biasanya, rank Hunter sudah ditetapkan sejak saat mereka terbangun dan satu-satunya cara untuk rank mereka meningkat adalah jika mereka mendapatkan kebangkitan kedua, yang dikatakan sangat jarang.
Satu-satunya pengecualian untuk aturan ini adalah Sung Jinwoo, karena status uniknya sebagai Pemain Sistem memungkinkan dia untuk terus tumbuh dalam kekuatan melalui pelatihan.
Meskipun sistem ranking ini biasanya sangat akurat dan dianggap sebagai standar untuk Hunter di seluruh dunia, ini tidak selalu terjadi karena adanya False Ranker.
Hunter yang dapat mengendalikan output mana mereka secara sadar dan oleh karena itu rank mereka jauh lebih rendah dari yang seharusnya.
False ranker biasanya memiliki motivasi jahat untuk menyembunyikan kekuatan sebenarnya.
Mereka dan banyak dari mereka dikatakan sebagai psikopat yang tidak berperasaan yang membunuh Hunter lain untuk bersenang-senang. Mereka, bagaimanapun, dikatakan cukup jarang. (hasan)
Editor : Hasan Bashri