SUMENEP, RadarMadura.id – Sebanyak 40 grup musik tongtong se-Madura menghibur warga Sumenep dalam rangkaian Hari Jadi Ke-745 Sumenep pada Sabtu (14/10) malam. Festival musik tradisional ini dimulai dari depan Taman Bunga Pottre Koneng dan berakhir di rumah dinas bupati.
Dalam festival tongtong ini, peserta grup diwajibkan membawakan lagu wajib dari Madura seperti Malate Pote dan Kembang Paseser, dan lima lagu daerah pilihan.
Festival ini diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri (FKPPI) Cabang 1327 Sumenep bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Sumenep. Festival ini juga didukung oleh FKPPI Jawa Timur, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A), serta Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sumenep.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi menyatakan, festival musik tongtong ini bertujuan untuk merangsang kreativitas seniman lokal dan meningkatkan kebanggaan warga Madura terhadap budaya lokal atau local pride Madura. Dia berharap, festival ini menjadi agenda tahunan yang menarik minat wisatawan lokal maupun mancanegara.
”Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena selain melestarikan budaya Madura, juga bisa menjadi sarana promosi pariwisata Sumenep. Kami berharap, festival ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung,” ucap Fauzi.
Peserta festival musik tongtong ini berasal dari empat kabupaten di Madura. Yaitu, Sumenep, Pamekasan, Sampang, dan Bangkalan. Mereka menampilkan dekorasi yang megah dan menarik serta kostum yang khas. Penampilan mereka disambut antusias oleh ribuan penonton yang memadati lokasi festival.
Peserta festival musik tongtong ini memperebutkan total hadiah sebesar Rp 10 juta. Selain itu, ada piagam dan piala penyaji terbaik untuk lima grup terbaik. (fadila)