RadarMadura.id— Bagi wisatawan yang ingin menikmati liburan lengkap tanpa perlu berpindah lokasi, Duyung Trawas Hills adalah jawabannya.
Terletak di Desa Duyung, tempat ini bukan sekadar objek wisata, tetapi kawasan rekreasi terpadu dengan konsep edukasi, alam, dan petualangan.
Di sini, pengunjung bisa menikmati water park, outbond, kuliner khas, hingga area camping dan penginapan yang nyaman di tengah udara pegunungan.
Dengan tiket masuk Rp20.000, Anda sudah bisa menikmati suasana alam yang menyegarkan. Tak heran jika Duyung Trawas Hills sering disebut sebagai “Mini Lembang” versi Mojokerto.
Fresh Green Trawas, Wisata Petik Buah yang Instagramable
Belum ke Trawas kalau belum mampir ke Fresh Green Trawas, agrowisata modern di kaki Gunung Penanggungan yang sedang naik daun. Pengunjung bisa merasakan sensasi memetik stroberi, durian, dan apel langsung dari kebunnya.
Selain jadi favorit keluarga, tempat ini juga populer di kalangan milenial karena spot-spot fotonya yang estetik. Tiket masuk Rp50.000 untuk dewasa dan Rp30.000 untuk anak-anak, buka setiap hari pukul 08.00–17.00 WIB.
Bagi yang ingin healing ringan sambil menikmati udara segar, Fresh Green Trawas adalah pilihan sempurna.
Air Terjun Dlundung, Pesona Alam yang Bikin Lupa Waktu
Jika Anda mencari tempat yang benar-benar menyatu dengan alam, Air Terjun Dlundung adalah surga yang tersembunyi di balik rindangnya pepohonan.
Terletak di Desa Ketapanrame, air terjun setinggi 60 meter ini menghadirkan suasana yang sejuk, alami, dan tenang.
Dengan tiket masuk sekitar Rp15.000, pengunjung bisa menikmati kolam alami di bawah air terjun yang jernih dan menyegarkan.
Saat akhir pekan, kawasan ini bahkan buka hingga 24 jam pada malam Sabtu—sempurna bagi pecinta camping dan fotografi malam.
Candi Jolotundo, Jejak Majapahit yang Masih Hidup
Tidak semua tempat wisata bisa menawarkan keindahan sekaligus spiritualitas seperti Candi Jolotundo. Candi peninggalan Kerajaan Majapahit ini terletak di Desa Seloliman dan dipercaya sebagai tempat pemujaan Dewa Siwa.
Keunikan candi ini adalah sumber mata airnya yang tak pernah kering dan diyakini membawa berkah serta kesembuhan.
Banyak pengunjung datang untuk berdoa atau sekadar mencuci muka dengan airnya yang jernih. Dengan tiket Rp10.000, Anda bisa menikmati perjalanan sejarah dan keheningan spiritual di tempat ini.
Alas Veenuz Trawas, Hutan Pinus yang Jadi Tempat Favorit Camper
Bayangkan suasana hening di tengah hutan pinus dengan udara segar khas pegunungan. Itulah yang ditawarkan Alas Veenuz Trawas, destinasi alam di Desa Sukosari yang cocok untuk piknik, camping, atau sekadar rebahan sambil menyeruput kopi panas.
Dengan tiket masuk Rp20.000, pengunjung bisa menikmati area perkemahan yang luas dan fasilitas nyaman. Tempat ini juga populer di media sosial karena spot fotonya yang menawan, terutama saat kabut tipis turun menyelimuti pepohonan pinus.
Taman Ghanjaran, Surga Bermain untuk Keluarga
Bagi keluarga yang ingin liburan tanpa repot, Taman Ghanjaran adalah pilihan ideal. Terletak di Desa Ketapanrame, taman ini menghadirkan berbagai wahana permainan seperti sepeda udara, cinema 9D, bom-bom car, hingga bianglala raksasa.
Harga tiket masuknya hanya Rp5.000, dengan tarif tambahan Rp5.000–Rp20.000 untuk tiap wahana. Pemandangan pegunungan yang memukau membuat taman ini selalu ramai setiap akhir pekan.
Dari pagi hingga malam, pengunjung dapat menikmati suasana ceria sambil menikmati kuliner lokal di area taman.
Baca Juga: Mengintip Pesona Pulau Togian, Surga Laut Sulawesi yang Mulai Mendunia
Trawas, Destinasi Favorit Dekat Surabaya yang Makin Dilirik Wisatawan
Kecamatan Trawas kini menjelma menjadi bintang wisata baru di Jawa Timur. Letaknya yang strategis—sekitar dua jam dari Surabaya—membuatnya mudah diakses oleh wisatawan dari berbagai kota besar, bahkan dari Jakarta.
Daya tarik utama Trawas terletak pada udaranya yang sejuk, keindahan alamnya yang hijau, serta keberagaman jenis wisatanya: mulai dari petualangan alam, wisata edukasi, hingga sejarah kuno peninggalan Majapahit.
Namun, satu hal penting yang perlu diingat: sebagian besar tempat wisata di Trawas belum menerima pembayaran non-tunai. Jadi, pastikan membawa uang tunai yang cukup sebelum berangkat ke sana.
Trawas bukan sekadar kawasan pegunungan yang sejuk, melainkan juga simbol harmoni antara alam, budaya, dan modernitas.
Dari kemegahan Candi Jolotundo hingga serunya Duyung Trawas Hills, setiap sudutnya menawarkan cerita yang berbeda.
Bagi siapa pun yang rindu suasana hijau, udara segar, dan ketenangan alami, Trawas Mojokerto adalah destinasi yang tidak boleh dilewatkan.
Tak perlu jauh-jauh ke luar kota, karena keindahan alam terbaik ternyata ada begitu dekat dengan Surabaya. (Hasan)
Editor : Hasan Bashri