RadarMadura.id — Bandung dikenal sebagai surganya tempat wisata dengan berbagai jenis rekreasi, mulai dari wisata alam, kuliner, hingga hiburan modern.
Namun, ada satu jenis wisata yang tak kalah menarik dan mungkin belum banyak diketahui, yaitu wisata horor.
Salah satu tempat yang baru-baru ini kembali mencuat ke permukaan dalam wujud yang berbeda adalah Kampung Gajah Wonderland.
Kampung Gajah Wonderland: Kilas Balik Kejayaan
Terletak di Jl. Sersan Bajuri KM. 3,8 Cihideung Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Kampung Gajah Wonderland dulu merupakan tempat rekreasi keluarga yang sangat populer.
Di masa jayanya, jalan menuju tempat ini selalu dipadati wisatawan, terutama saat musim liburan.
Meskipun namanya "Kampung Gajah", pengunjung tidak datang untuk melihat gajah asli, melainkan menikmati berbagai patung gajah yang tersebar di area kampung tersebut.
Didesain menyerupai pantai dengan ombak buatan yang cukup besar, sehingga pengunjung perlu menggunakan ban karet untuk berenang dengan aman.
Selain kolam ombak, ada juga kolam renang anak-anak yang dilengkapi dengan perosotan dan ember tumpah.
Anak-anak sangat menikmati bermain di sini. Wahana lain yang menarik adalah Big Tornado, sebuah perosotan raksasa berbentuk corong yang menawarkan pengalaman seru.
Kampung Gajah juga menyediakan wahana ATV, bungee trampoline, mini zoo, dan futuristic train.
Tidak hanya menyediakan tempat bermain, Kampung Gajah juga memiliki toko-toko untuk berbelanja dan restoran untuk mengisi perut.
Sebagai tempat rekreasi keluarga, Kampung Gajah Wonderland benar-benar menawarkan paket lengkap.
Transformasi Menjadi Destinasi Wisata Horor
Namun, kejayaan Kampung Gajah Wonderland tidak berlangsung lama. Pada akhir tahun 2017, tempat wisata seluas 60 hektar ini dinyatakan pailit oleh Pengadilan Niaga Jakarta Pusat dan resmi ditutup pada bulan Mei 2018.
Ketidakmampuan bersaing dengan berbagai tempat wisata baru di Bandung membuat Kampung Gajah kehilangan pengunjung dan akhirnya ditinggalkan.
Sejak penutupan, Kampung Gajah Wonderland berubah drastis. Bangunan-bangunan yang dulu megah kini menjadi usang dan tidak terurus. Wahana-wahana berkarat dan patung-patung gajah dipenuhi lumut.
Suasana yang dulu ramai kini mencekam dengan suara gesekan daun yang terdengar jelas. Tempat yang dulunya penuh dengan keceriaan berubah menjadi sunyi sepi, memberikan nuansa horor yang kental.
Cerita Seram di Balik Wisata Horor
Meskipun sudah tidak beroperasi, area Kampung Gajah tetap dapat diakses bebas oleh masyarakat. Pengunjung yang datang sering kali pulang dengan cerita seram.
Ada yang mengalami kejadian aneh seperti kamera yang tiba-tiba mati padahal baterainya penuh, atau drone yang tiba-tiba tidak berfungsi di ketinggian tertentu. Suasana horor semakin terasa meskipun ditemani oleh banyak orang.
Kondisi ini justru membuat Kampung Gajah kembali viral. Banyak orang yang penasaran dan sengaja datang untuk melihat langsung kondisi tempat rekreasi yang kini berubah menjadi tempat wisata horor. Beberapa pengunjung bahkan menjadikannya lokasi uji nyali.
Ironisnya, saat masih berjaya, Kampung Gajah Wonderland sebenarnya sudah memiliki wahana rumah hantu sebagai tempat uji nyali.
Kini, seluruh area tempat tersebut telah berubah menjadi wisata horor alami tanpa perlu tambahan efek khusus.
Hingga kini, belum ada rencana resmi untuk mengubah Kampung Gajah menjadi destinasi lain atau bahkan menjadi wisata horor resmi.
Apakah menurut kamu Kampung Gajah sebaiknya tetap dibiarkan menjadi tempat wisata horor atau diubah menjadi tempat wisata yang lain? (hasan)
Editor : Hasan Bashri