RadarMadura.id - Cekodok pisang menjadi salah satu camilan sederhana yang menarik dibuat ketika tersedia pisang matang di rumah.
Kudapan ini dikenal dengan bentuknya yang tidak beraturan, tetapi justru memiliki daya tarik tersendiri saat disajikan hangat.
Bagian luarnya bisa terasa sedikit renyah, sementara bagian dalamnya tetap lembut dengan aroma pisang yang kuat.
Resep cekodok pisang juga tidak membutuhkan teknik memasak rumit sehingga cocok untuk pemula.
Bahan yang digunakan cukup mudah ditemukan di dapur, sehingga tidak perlu menyiapkan banyak bahan khusus.
Pisang matang menjadi komponen utama karena teksturnya lebih lunak dan rasa manis alaminya sudah keluar.
Tepung terigu kemudian digunakan untuk membantu membentuk adonan agar bisa digoreng tanpa mudah hancur.
Tambahan gula dan sedikit garam membuat rasa cekodok lebih seimbang.
Baca Juga: Begini Resep Ice Cream Sandwich Rumahan dengan Biskuit dan Es Krim Lembut Bisa Dibuat Tanpa Ribet
Bahan-bahan:
1. 5 buah pisang matang, jenis pisang kepok atau pisang raja.
2. 100 gram tepung terigu.
3. 2 sendok makan gula pasir.
4. 1/4 sendok teh garam.
5. 1/2 sendok teh baking powder.
6. Minyak goreng secukupnya.
Cara mengolah adonan:
Kupas pisang, kemudian lumatkan menggunakan garpu sampai teksturnya cukup halus tetapi tidak harus benar-benar lembut.
Masukkan tepung terigu, gula pasir, garam, dan baking powder, lalu aduk sampai seluruh bahan tercampur rata.
Jangan terlalu lama mengaduk adonan karena tekstur cekodok bisa menjadi lebih padat setelah digoreng.
Jika adonan terasa terlalu encer, tambahkan sedikit tepung terigu secara bertahap sampai teksturnya cukup kental untuk disendok.
Sebaliknya, jangan memasukkan tepung terlalu banyak karena dapat membuat rasa pisang berkurang dan hasil akhirnya menjadi keras.
Diamkan adonan sekitar 5–10 menit agar bahan tercampur lebih merata.
Sambil menunggu, panaskan minyak dalam jumlah cukup di atas api sedang.
Cara membuat:
Ambil adonan menggunakan satu sendok makan, lalu masukkan perlahan ke dalam minyak panas.
Goreng beberapa cekodok sekaligus dengan memberi jarak agar adonan tidak saling menempel ketika mengembang.
Balik secara perlahan setelah bagian bawah mulai berubah keemasan supaya kedua sisinya matang merata.
Lakukan proses tersebut sampai seluruh adonan habis.
Gunakan api sedang agar bagian luar tidak cepat gosong sementara bagian dalam masih mentah.
Cekodok yang sudah berwarna kuning kecokelatan dapat diangkat dan ditiriskan untuk mengurangi minyak berlebih.
Sajikan selagi hangat karena tekstur bagian luar biasanya terasa lebih nikmat saat baru matang.
Camilan ini juga bisa dinikmati bersama teh, kopi, atau minuman hangat lainnya.
Kunci membuat cekodok pisang yang enak sebenarnya terletak pada tingkat kematangan pisang dan konsistensi adonannya.
Pisang yang matang akan memberikan rasa manis sekaligus aroma lebih kuat sehingga penggunaan gula dapat disesuaikan dengan selera.
Adonan yang terlalu cair cenderung sulit dibentuk, sedangkan adonan yang terlalu padat menghasilkan cekodok dengan tekstur keras.
Karena itu, masukkan tepung secara bertahap sambil melihat kondisi adonan.
Baca Juga: Resep Potato Lasagna dengan Lapisan Saus Daging dan Keju yang Lumer untuk Sajian Keluarga
Resep cekodok pisang ini juga dapat dikembangkan sesuai bahan yang tersedia di rumah.
Untuk rasa yang lebih harum, adonan bisa diberi sedikit vanili atau kayu manis bubuk.
Jika ingin tekstur lebih menarik, beberapa orang juga dapat menambahkan potongan kecil cokelat atau keju ke dalam adonan.
Namun, versi sederhana tetap menarik karena rasa manis pisang menjadi cita rasa utama.
Dengan bahan sederhana dan waktu pengolahan yang relatif singkat, cekodok pisang bisa menjadi solusi ketika ingin membuat camilan tanpa banyak persiapan.
Resep ini juga cocok digunakan untuk menghabiskan stok pisang yang sudah terlalu matang untuk dimakan langsung.
Tekstur lembut dengan bagian luar yang matang kecokelatan membuatnya pas disajikan sebagai camilan keluarga.
Jadi, sebelum pisang matang di dapur terbuang percuma, mengolahnya menjadi cekodok bisa menjadi pilihan yang praktis.(Syarifah)
Editor : Amin Bashiri