RadarMadura.id - Sundubu jjigae merupakan hidangan sup khas Korea yang dikenal melalui penggunaan tahu sutra atau tahu lembut sebagai bahan utamanya.
Kuahnya memiliki cita rasa gurih, pedas, dan kaya aroma sehingga cocok disantap ketika masih mengepul.
Hidangan ini biasanya diperkaya dengan seafood, daging, telur, atau sayuran sesuai selera.
Tekstur tahu yang lembut menjadi ciri khas yang membuat sundubu jjigae berbeda dari sup Korea lainnya.
Kelezatan sundubu jjigae banyak bergantung pada kuah yang menjadi dasar hidangan.
Kaldu ayam, kaldu ikan, atau kaldu sayuran dapat digunakan sesuai bahan yang tersedia di rumah.
Gochugaru atau bubuk cabai Korea memberikan warna merah sekaligus rasa pedas yang khas.
Sementara bawang putih, kecap asin, dan minyak wijen membantu memperkuat aroma serta rasa gurihnya.
Tahu sutra sebaiknya dimasukkan ketika kuah sudah cukup berbumbu agar rasanya dapat menyatu tanpa membuat teksturnya hancur.
Karena memiliki tekstur sangat lembut, tahu tidak perlu terlalu sering diaduk selama proses memasak.
Seafood seperti udang dan cumi bisa ditambahkan untuk memberikan rasa manis alami pada kuah.
Jika menggunakan telur, bahan tersebut dapat dimasukkan menjelang akhir agar kuning telurnya tetap lembut.
Baca Juga: Fairus Solehah, Mahasiswi FISIP UINSA Surabaya Bawa Nama Madura ke Forum Internasional
Bahan-Bahan
1. 400 gram tahu sutra atau soft tofu.
2. 150 gram udang, kupas dan bersihkan.
3. 100 gram cumi, potong sesuai selera.
4. 1 butir telur.
5. 3 siung bawang putih, cincang halus.
6. 1/2 buah bawang bombai, iris tipis.
7. 2 batang daun bawang, iris.
8. 1-2 sendok makan gochugaru atau bubuk cabai Korea.
9. 1 sendok makan kecap asin.
10. 1 sendok teh minyak wijen.
11. 500 ml kaldu ayam atau kaldu sayuran.
12. 1 sendok teh gula.
13. Garam secukupnya.
14. 1 sendok makan minyak untuk menumis.
15. 1/2 buah zucchini atau sayuran lain sesuai selera.
Cara Mengolah
1. Panaskan minyak dalam panci, lalu tumis bawang bombai dan bawang putih sampai harum.
2. Masukkan gochugaru dan aduk cepat dengan api kecil agar bubuk cabai tidak mudah gosong.
3. Tuangkan kaldu, kemudian tambahkan kecap asin, gula, dan sedikit garam.
4. Masak kuah hingga mendidih dan bumbu tercampur rata.
5. Masukkan zucchini, udang, dan cumi, lalu masak hingga seafood mulai matang.
6. Masukkan tahu sutra secara perlahan agar bentuknya tidak terlalu hancur.
7. Masak selama beberapa menit hingga tahu panas dan kuah kembali mendidih.
8. Pecahkan telur langsung ke dalam kuah, kemudian masak sesuai tingkat kematangan yang diinginkan.
9. Tambahkan minyak wijen dan daun bawang menjelang kompor dimatikan.
10. Koreksi rasa, lalu sajikan sundubu jjigae selagi panas.
Sundubu jjigae paling nikmat disantap langsung dari panci saat kuahnya masih panas.
Rasa pedas dari gochugaru berpadu dengan gurihnya kaldu, seafood, dan lembutnya tahu sutra.
Telur yang matang perlahan di dalam kuah juga memberikan sensasi creamy ketika dipecahkan.
Sajian ini cocok dipadukan dengan nasi putih hangat sebagai menu makan siang atau makan malam.
Tingkat kepedasan sundubu jjigae dapat disesuaikan dengan jumlah gochugaru yang digunakan.
Bagi yang tidak terlalu menyukai makanan pedas, bubuk cabai bisa dikurangi tanpa menghilangkan karakter utama hidangan.
Sebaliknya, pencinta rasa pedas dapat menambahkan irisan cabai atau sedikit saus cabai Korea.
Baca Juga: Fairus Solehah, Mahasiswi FISIP UINSA Surabaya Bawa Nama Madura ke Forum Internasional
Penggunaan bahan segar juga membantu menghasilkan kuah yang lebih harum dan kaya rasa.
Sundubu jjigae merupakan pilihan menarik bagi pencinta masakan Korea yang ingin mencoba memasak sendiri di rumah.
Prosesnya relatif sederhana karena sebagian besar bahan cukup dimasak dalam satu panci.
Kombinasi tahu lembut, seafood, sayuran, dan telur membuat hidangan terasa lengkap dalam satu sajian.
Dengan bahan yang mudah disesuaikan, sup khas Korea ini bisa menjadi menu hangat yang praktis dan menggugah selera. (Syarifah)
Editor : Amin Basiri