RadarMadura.id - Desa Wisata Serangan yang berada di Kelurahan Serangan, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali, sedang menjadi salah satu destinasi eco tourism paling banyak dibicarakan wisatawan.
Lokasinya yang tidak jauh dari Bandara Ngurah Rai, Sanur, maupun Nusa Dua membuat kawasan ini mudah dijangkau untuk perjalanan singkat maupun liburan akhir pekan.
Berbeda dengan suasana padat khas kawasan wisata populer Bali Selatan, Desa Wisata Serangan menghadirkan pengalaman yang lebih tenang dengan perpaduan konservasi alam, budaya pesisir, dan aktivitas wisata berbasis masyarakat lokal.
Saat tren wisata berkelanjutan semakin diminati, kawasan ini muncul sebagai alternatif menarik bagi wisatawan yang ingin menikmati Bali dari sisi yang berbeda.
Menikmati Bali dari Sudut yang Lebih Hijau
Begitu memasuki kawasan Serangan, suasana yang terasa langsung berbeda.
Angin laut berembus pelan di antara pepohonan pesisir sementara aktivitas masyarakat nelayan masih berlangsung secara alami seperti yang telah dilakukan selama bertahun-tahun.
Berdasarkan pengamatan di lapangan, daya tarik terbesar desa wisata ini bukan hanya pemandangannya, melainkan kesempatan bagi wisatawan untuk terlibat langsung dalam upaya menjaga lingkungan.
Pengalaman tersebut membuat perjalanan terasa lebih bermakna dibanding sekadar berburu foto atau menikmati panorama.
Adopsi Terumbu Karang dan Pelepasan Tukik yang Menjadi Favorit Wisatawan
Salah satu aktivitas yang paling banyak dicari pengunjung adalah program adopsi terumbu karang.
Melalui program ini, wisatawan dapat berpartisipasi dalam upaya pemulihan ekosistem bawah laut yang menjadi rumah bagi berbagai biota laut.
Kegiatan tersebut tidak hanya memberikan pengalaman edukatif, tetapi juga menciptakan rasa keterlibatan langsung dalam pelestarian lingkungan.
Selain itu, terdapat pula program perlindungan penyu hijau yang dikelola bersama komunitas lokal.
Pada waktu tertentu, wisatawan dapat menyaksikan bahkan ikut dalam kegiatan pelepasan tukik ke laut.
Momen ketika ratusan tukik bergerak menuju ombak menjadi pengalaman yang sering meninggalkan kesan mendalam bagi pengunjung.
Menyusuri Hutan Mangrove yang Menenangkan
Hutan mangrove di kawasan Serangan menjadi daya tarik lain yang tidak kalah menarik.
Saat kami mencoba menyusuri rute wisata hijau yang tersedia, suasana teduh dan suara alam terasa begitu dominan.
Deretan akar bakau yang menjulang dari permukaan air menciptakan pemandangan khas yang jarang ditemukan di kawasan wisata perkotaan.
Wisatawan juga dapat mengikuti kegiatan penanaman mangrove.
Aktivitas sederhana ini menjadi bagian penting dalam upaya menjaga garis pantai dari ancaman abrasi.
Banyak pengunjung mengaku mendapatkan pengalaman berbeda karena dapat meninggalkan kontribusi nyata bagi lingkungan selama berwisata.
Mengenal Kehidupan Nelayan dan Budaya Lokal yang Masih Terjaga
Desa Wisata Serangan tidak hanya menawarkan wisata alam.
Kawasan ini juga menjadi tempat yang menarik untuk memahami kehidupan masyarakat pesisir Bali.
Pengunjung dapat mempelajari proses pembuatan jukung atau perahu tradisional yang masih digunakan oleh nelayan setempat.
Beberapa program edukasi juga memperkenalkan teknik memancing ramah lingkungan yang diwariskan secara turun-temurun.
Aktivitas tersebut memberikan gambaran tentang bagaimana masyarakat lokal menjaga keseimbangan antara kebutuhan ekonomi dan kelestarian alam.
Jalur Bersepeda dan Trekking yang Nyaman
Bagi wisatawan yang menyukai aktivitas santai, tersedia jalur bersepeda dan trekking yang dapat dinikmati tanpa gangguan lalu lintas padat.
Rute perjalanan membawa pengunjung melewati sudut-sudut desa, kawasan pesisir, hingga area hijau yang masih alami.
Banyak fotografer juga memanfaatkan kawasan ini untuk berburu lanskap alam dan kehidupan masyarakat yang autentik.
Akses Menuju Desa Wisata Serangan
Akses menuju Desa Wisata Serangan tergolong sangat mudah.
Dari Bandara Ngurah Rai, perjalanan dapat ditempuh menggunakan kendaraan darat dalam waktu relatif singkat.
Lokasinya juga dekat dengan kawasan Sanur dan Nusa Dua sehingga cocok dimasukkan ke dalam agenda perjalanan wisata di Bali Selatan.
Bagi Anda yang berencana datang, waktu terbaik untuk berkunjung adalah pagi atau sore hari ketika cuaca lebih sejuk dan aktivitas alam terlihat lebih hidup.
Informasi Wisata
| Informasi | Keterangan |
|---|---|
| Lokasi | Kelurahan Serangan, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali |
| Harga Tiket Masuk | Bervariasi sesuai program wisata dan aktivitas yang dipilih |
| Jam Operasional | Umumnya berlangsung setiap hari mengikuti aktivitas wisata desa |
| Fasilitas Utama | Area konservasi penyu, kawasan mangrove, jalur trekking, jalur sepeda, wisata edukasi budaya, area fotografi, pusat informasi wisata |
| Akses | Mudah dijangkau dari Bandara Ngurah Rai, Sanur, dan Nusa Dua |
Penutup
Desa Wisata Serangan membuktikan bahwa liburan tidak selalu harus identik dengan keramaian dan pusat hiburan modern.
Di sini, wisatawan dapat menikmati keindahan alam sekaligus ikut berkontribusi menjaga lingkungan dan budaya lokal yang menjadi identitas Bali.
Jika berkunjung ke Bali dalam waktu dekat, apakah Anda lebih tertarik mengikuti pelepasan tukik atau menyusuri hutan mangrove yang tenang? (fadila)
Editor : Fadila An Naila