RadarMadura.id - Bukit Jaddih di Kabupaten Bangkalan masih menjadi salah satu destinasi wisata paling populer di Madura.
Kawasan bekas tambang kapur ini berhasil bertransformasi menjadi objek wisata dengan panorama yang unik dan berbeda dari kebanyakan destinasi alam lainnya.
Tebing-tebing kapur berukuran raksasa berpadu dengan kolam air berwarna biru kehijauan menciptakan pemandangan yang sangat fotogenik.
Saat matahari mulai tenggelam, suasana di Bukit Jaddih berubah menjadi semakin dramatis dan memikat perhatian wisatawan.
Lokasi wisata ini berada di Desa Jakan, Kecamatan Parseh, Kabupaten Bangkalan, Madura.
Dari pusat Kota Surabaya, perjalanan menuju Bukit Jaddih dapat ditempuh sekitar satu jam melalui Jembatan Suramadu.
Akses menuju lokasi relatif mudah dijangkau kendaraan roda dua maupun roda empat.
Namun beberapa ruas jalan mendekati area wisata masih memerlukan kehati-hatian karena kondisi medan yang cukup menantang.
Daya tarik utama Bukit Jaddih terletak pada bentang alam kapur yang menjulang tinggi di berbagai sisi kawasan.
Bekas aktivitas penambangan selama bertahun-tahun justru menghasilkan bentuk tebing artistik yang kini menjadi spot favorit wisatawan.
Warna putih tebing kapur berpadu dengan langit sore menghadirkan kontras visual yang sangat menarik.
Tidak sedikit fotografer dan pemburu konten media sosial yang datang khusus untuk mengabadikan momen tersebut.
Selain tebing kapur, kawasan ini juga memiliki danau buatan yang populer dengan nama Goa Pote.
Air berwarna biru kehijauan menciptakan pemandangan yang sekilas mengingatkan pada destinasi wisata alam di luar negeri.
Keindahan danau tersebut menjadi salah satu lokasi favorit pengunjung untuk berfoto.
Pantulan cahaya matahari sore di permukaan air membuat suasana terlihat semakin eksotis.
Bukit Jaddih biasanya beroperasi mulai pukul 07.00 hingga 16.00 WIB.
Harga tiket masuk juga tergolong ramah di kantong, sekitar Rp10.000 per orang untuk area utama.
Beberapa titik wisata tertentu biasanya dikenakan biaya tambahan sekitar Rp5.000 per pengunjung.
Biaya tersebut menjadikan Bukit Jaddih sebagai salah satu destinasi wisata alam murah yang cocok untuk liburan keluarga.
Bagi wisatawan yang ingin menikmati sunset, waktu terbaik untuk datang adalah sekitar pukul 15.00 WIB.
Pada jam tersebut, cuaca sudah mulai lebih bersahabat dibandingkan tengah hari yang cenderung terik.
Pengunjung memiliki cukup waktu untuk menjelajahi area wisata sebelum matahari mulai turun ke ufuk barat.
Perubahan warna langit dari biru cerah menjadi jingga keemasan menjadi momen yang paling dinantikan.
Banyak pemandu lokal yang menawarkan jasa dokumentasi selama berada di lokasi wisata.
Dengan biaya yang relatif terjangkau, wisatawan bisa mendapatkan bantuan untuk mengambil foto maupun video di berbagai spot menarik.
Keberadaan pemandu lokal juga membantu pengunjung menemukan sudut-sudut terbaik yang mungkin belum banyak diketahui.
Layanan ini cukup diminati terutama oleh wisatawan yang datang bersama keluarga atau rombongan.
Karena kondisi kawasan cenderung panas dan berdebu, pengunjung disarankan membawa perlengkapan pendukung.
Topi, kacamata hitam, sunscreen, serta persediaan air minum menjadi perlengkapan yang sebaiknya tidak dilupakan.
Sepatu atau sandal yang nyaman juga akan membantu saat menjelajahi area berbatu kapur.
Persiapan sederhana tersebut membuat pengalaman menikmati keindahan Bukit Jaddih menjadi lebih nyaman dan menyenangkan.
Dengan panorama tebing kapur megah, danau biru yang menawan, serta pesona matahari terbenam yang memukau, Bukit Jaddih tetap menjadi destinasi favorit wisatawan saat berkunjung ke Madura.
Keunikan lanskapnya menjadikan tempat ini berbeda dibanding objek wisata alam lainnya di Jawa Timur.
Tak mengherankan jika Bukit Jaddih terus masuk dalam daftar tujuan wisata yang wajib dikunjungi saat berada di Bangkalan.
Bagi pencinta fotografi maupun wisata alam, tempat ini menawarkan pengalaman visual yang sulit dilupakan. (fadila)
Editor : Fadila An Naila