RadarMadura.id - Libur sekolah menjadi momen yang paling dinantikan banyak keluarga untuk berwisata ke berbagai destinasi alam unggulan di Indonesia.
Salah satu tujuan favorit yang selalu ramai dikunjungi adalah Gunung Bromo.
Panorama matahari terbit, hamparan lautan pasir, hingga kawah aktif menjadikan kawasan ini sebagai magnet wisata yang tidak pernah sepi pengunjung.
Namun sebelum berangkat, wisatawan perlu mengetahui aturan terbaru yang berlaku di kawasan konservasi tersebut.
Harga tiket masuk Bromo pada 2026 masih tergolong terjangkau untuk wisatawan domestik.
Pengunjung WNI dikenakan tarif sekitar Rp29.000 per orang saat hari kerja atau weekday.
Sementara pada akhir pekan dan hari libur nasional, harga tiket naik menjadi Rp34.000 per orang.
Tarif tersebut berlaku untuk akses ke kawasan wisata yang dikelola oleh taman nasional.
Bagi wisatawan mancanegara, biaya kunjungan jauh lebih tinggi dibanding wisatawan domestik.
Tarif masuk untuk WNA berada pada kisaran Rp220.000 hingga Rp320.000 per orang.
Besaran biaya biasanya menyesuaikan hari kunjungan serta ketentuan yang berlaku pada agen perjalanan tertentu.
Harga tiket tersebut belum termasuk biaya tambahan lain seperti asuransi maupun transportasi wisata.
Perubahan penting yang wajib diperhatikan wisatawan adalah sistem pembelian tiket yang kini sepenuhnya dilakukan secara online.
Pengunjung tidak lagi dapat membeli tiket secara langsung di pintu masuk kawasan wisata.
Pemesanan harus dilakukan melalui situs resmi pengelola taman nasional beberapa hari sebelum keberangkatan.
Langkah ini diterapkan untuk mengatur jumlah kunjungan sekaligus menjaga kelestarian kawasan konservasi.
Selain tiket masuk, wisatawan juga perlu menyiapkan anggaran untuk transportasi menuju area kaldera.
Baca Juga: Update Harga Mitsubishi Xforce per Juni 2026, Ada Promo Potongan Diskon hingga Belasan Juta!
Kendaraan pribadi tidak diperbolehkan masuk hingga kawasan wisata utama.
Sebagai gantinya, pengunjung diwajibkan menggunakan jasa kendaraan Hardtop atau Jeep dari titik keberangkatan resmi.
Biaya sewa Jeep bervariasi, mulai sekitar Rp700.000 hingga Rp1,4 juta tergantung rute dan lokasi penjemputan.
Kabar baik bagi wisatawan yang berencana datang saat musim liburan sekolah adalah dibukanya kembali Jembatan Kaca Bromo.
Objek wisata yang sempat ditutup tersebut dijadwalkan kembali menerima pengunjung pada akhir Juni 2026.
Kehadiran fasilitas ini diperkirakan akan menambah pilihan aktivitas wisata di kawasan sekitar Bromo.
Pengunjung pun dapat menikmati sudut pandang berbeda untuk melihat panorama pegunungan yang spektakuler.
Meski demikian, wisatawan perlu memperhatikan jadwal kegiatan adat dan konservasi yang berlangsung di kawasan taman nasional.
Pada waktu tertentu, akses menuju Bromo dapat ditutup sementara untuk pelaksanaan ritual adat Yadnya Kasada.
Penutupan juga bisa dilakukan untuk mendukung program pemulihan ekosistem dan konservasi lingkungan.
Karena itu, memeriksa jadwal resmi sebelum berangkat menjadi langkah yang sangat penting.
Bromo tetap menjadi salah satu destinasi wisata alam terbaik di Indonesia yang menawarkan pengalaman tak terlupakan.
Pemandangan matahari terbit dari Penanjakan, lautan pasir yang luas, hingga kawah aktif menjadi daya tarik utama yang selalu memikat wisatawan.
Dengan memahami aturan terbaru, biaya kunjungan, serta jadwal operasional kawasan, liburan akan terasa lebih nyaman dan terencana.
Bagi keluarga yang ingin mengisi libur sekolah dengan petualangan alam, Bromo masih menjadi pilihan yang sulit untuk dilewatkan. (fadila)
Editor : Fadila An Naila