Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Menjajal Keindahan Kawah Ijen Banyuwangi Pertengahan 2026, Ini Tips Berburu Blue Fire dan Aturan Pendakian Terbaru

Hasan Bashri • Minggu, 14 Juni 2026 | 13:37 WIB
Kawan ijen (@seniorizz)
Kawan ijen (@seniorizz)

RadarMadura.id - Kawah Ijen masih menjadi salah satu destinasi wisata alam paling populer di Indonesia yang selalu menarik perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara.

Gunung berapi yang berada di perbatasan Kabupaten Banyuwangi dan Bondowoso ini terkenal berkat fenomena blue fire yang langka dan hanya ada di beberapa lokasi di dunia.

Memasuki pertengahan 2026, pengelola kawasan wisata menerapkan sejumlah aturan baru yang wajib dipatuhi seluruh pendaki.

Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan keselamatan pengunjung sekaligus menjaga kelestarian kawasan konservasi. 

Baca Juga: Rekomendasi 5 Cafe Outdoor Instagramable di Batu yang Sedang Hits: Tempat Terbaik Menikmati Udara Dingin Akhir Pekan!

Salah satu aturan yang kini menjadi syarat utama adalah kewajiban membawa surat keterangan sehat.

Dokumen tersebut harus diterbitkan oleh dokter atau fasilitas kesehatan resmi sebelum pendakian dilakukan.

Petugas akan melakukan pemeriksaan dokumen saat proses registrasi di area masuk pendakian.

Pendaki yang tidak dapat menunjukkan surat sehat berisiko tidak mendapatkan izin untuk memasuki jalur menuju kawah.

Selain itu, sistem pembelian tiket kini sepenuhnya mengandalkan reservasi daring.

Calon pengunjung disarankan melakukan pemesanan jauh hari sebelum tanggal keberangkatan.

Kebijakan ini diterapkan untuk mengontrol jumlah wisatawan yang masuk setiap harinya.

Cara tersebut juga membantu pengelola menjaga kenyamanan dan keamanan selama aktivitas pendakian berlangsung.

Perlengkapan keselamatan menjadi perhatian penting lainnya sebelum memulai perjalanan.

Baca Juga: Pulihkan Ekosistem Wisata Laut di Aceh, Pekerja BRI Lakukan Transplantasi Terumbu Karang di Perairan Kepulauan Sabang

Petugas akan memeriksa kelengkapan seperti masker respirator dan senter kepala yang wajib dibawa setiap pendaki.

Masker sangat diperlukan karena kawasan kawah memiliki kandungan gas belerang yang cukup tinggi.

Sementara senter kepala membantu penerangan karena sebagian besar pendakian dilakukan pada dini hari.

Pintu masuk pendakian biasanya mulai dibuka sekitar pukul 01.00 WIB.

Waktu tersebut dipilih karena sebagian besar wisatawan ingin menyaksikan fenomena blue fire sebelum matahari terbit.

Dari Pos Paltuding, perjalanan menuju bibir kawah umumnya memerlukan waktu sekitar dua jam tergantung kondisi fisik masing-masing pendaki.

Jalur yang menanjak membuat persiapan stamina menjadi faktor yang tidak boleh diabaikan.

Bagi wisatawan yang ingin melihat blue fire dari jarak dekat, perjalanan belum berhenti di bibir kawah.

Pengunjung masih harus menuruni jalur berbatu yang cukup curam menuju dasar kawah.

Waktu tempuhnya berkisar 30 menit dengan tingkat kehati-hatian yang tinggi.

Karena kondisi medan cukup menantang, penggunaan alas kaki yang nyaman dan memiliki daya cengkeram baik sangat disarankan.

Fenomena blue fire hanya dapat terlihat saat kondisi langit masih gelap.

Cahaya biru yang muncul berasal dari pembakaran gas belerang yang keluar dari celah bebatuan di sekitar kawah.

Keindahan alam tersebut biasanya mulai memudar menjelang pukul 05.00 WIB ketika cahaya matahari mulai muncul.

Karena itu, pendakian dini hari menjadi pilihan terbaik bagi wisatawan yang ingin mendapatkan pengalaman maksimal.

Musim kemarau antara Juli hingga September sering dianggap sebagai waktu paling ideal untuk berkunjung.

Curah hujan yang lebih rendah membuat jalur pendakian relatif aman dan tidak terlalu licin.

Peluang mendapatkan pemandangan blue fire serta panorama matahari terbit juga lebih besar dibandingkan musim penghujan.

Kondisi cuaca yang cerah turut membantu wisatawan menikmati keindahan danau kawah berwarna hijau toska yang menjadi ikon Kawah Ijen.

Selain membawa perlengkapan keselamatan, pendaki juga disarankan mengenakan jaket tahan angin dan pakaian hangat.

Suhu udara di kawasan pegunungan pada dini hari bisa terasa sangat dingin, terutama saat musim kemarau.

Membawa air minum yang cukup juga penting untuk menjaga kondisi tubuh selama perjalanan.

Persiapan yang matang akan membuat pengalaman menjelajahi Kawah Ijen menjadi lebih aman dan menyenangkan.

Dengan aturan baru yang lebih ketat, pengelola berharap seluruh wisatawan dapat menikmati keindahan Kawah Ijen secara bertanggung jawab.

Keajaiban blue fire, panorama kawah yang spektakuler, serta suasana pegunungan yang sejuk tetap menjadi magnet utama destinasi ini.

Bagi pencinta wisata alam dan petualangan, Kawah Ijen masih menjadi salah satu pengalaman yang wajib dicoba setidaknya sekali seumur hidup.

Editor : Hasan Bashri
#pendakian Kawah Ijen #blue fire Ijen #Kawah Ijen 2026 #wisata banyuwangi #kawah ijen