RadarMadura.id - Kabar segar datang dari sektor pariwisata Jawa Timur. Kabupaten Jember kembali menghadirkan terobosan yang dinilai mampu mengubah wajah pengelolaan wisata pesisir sekaligus memberikan pengalaman lebih efisien bagi wisatawan.
Dua destinasi pantai paling populer di wilayah ini bersiap memasuki era baru yang lebih ramah pengunjung dan berorientasi pada kolaborasi lintas lembaga.
Baca Juga: Anggaran Perbaikan Sarpras Olahraga Terbatas
Integrasi Pengelolaan Pantai Favorit Jember
Pemerintah Kabupaten Jember resmi mengintegrasikan pengelolaan Pantai Pasir Putih Malikan atau Pantai Papuma dan Pantai Watu Ulo. Selama bertahun-tahun, kedua pantai ini dikelola secara terpisah meskipun berada dalam satu garis pantai yang sama.
Pantai Watu Ulo berada di bawah pengelolaan pemerintah daerah, sementara Pantai Papuma dikelola oleh Perum Perhutani bersama mitra wisatanya.
Kolaborasi ini menjadi titik balik penting karena menyatukan sistem pengelolaan yang sebelumnya berbeda, sekaligus menandai babak baru dalam tata kelola destinasi unggulan Jember yang lebih terintegrasi dan terarah.
Tiket Masuk Tunggal yang Lebih Hemat
Salah satu dampak paling terasa dari kerja sama ini adalah penerapan tiket masuk terpadu. Wisatawan nantinya hanya perlu membayar satu kali tiket untuk menikmati dua pantai sekaligus.
Tarif yang direncanakan sebesar Rp12.500 dinilai sangat terjangkau, apalagi jika dibandingkan dengan biaya masuk destinasi serupa di daerah lain.
Kebijakan ini dijadwalkan mulai berlaku pada awal Januari 2026 dan diharapkan mampu meningkatkan minat kunjungan, terutama dari wisatawan keluarga dan pelancong yang mencari alternatif liburan murah dengan panorama alam berkualitas.
Daya Tarik Alam dan Cerita Lokal
Pantai Papuma dikenal dengan pasir putih, formasi batu karang ikonik, serta panorama matahari terbenam yang dramatis.
Sementara itu, Pantai Watu Ulo memiliki karakter unik dengan garis pantai panjang dan kisah legenda yang hidup di tengah masyarakat pesisir.
Dengan satu tiket, wisatawan dapat merasakan dua karakter pantai yang berbeda dalam satu perjalanan tanpa perlu repot membeli tiket terpisah.
Peningkatan Fasilitas dan Akses Wisata
Tak berhenti pada integrasi tiket, pemerintah daerah juga menyiapkan sejumlah langkah lanjutan. Perbaikan infrastruktur menuju kawasan pantai, penambahan penerangan jalan, penataan area parkir, serta promosi wisata berskala luas menjadi bagian dari rencana pengembangan.
Langkah ini diarahkan agar pengalaman berwisata semakin nyaman sekaligus aman, terutama saat musim liburan panjang.
Fondasi Pengembangan Wisata Berbasis Alam
Kerja sama ini juga disebut sebagai pintu awal untuk mengembangkan potensi wisata lain di Jember, termasuk kawasan hutan dan pegunungan seperti Argopuro.
Dengan konsep pariwisata berbasis alam dan keberlanjutan, pengembangan destinasi diharapkan tetap menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Baca Juga: Dinkes P2KB Sumenep Maksimalkan PMT untuk Cegah Stunting
Harapan Besar bagi Pariwisata Jember
Meski diakui masih akan ada penyesuaian pada tahap awal penerapan, integrasi Pantai Papuma dan Pantai Watu Ulo dinilai sebagai langkah strategis yang menempatkan Jember selangkah lebih maju dalam pengelolaan destinasi wisata.
Kebijakan ini bukan hanya mempermudah wisatawan, tetapi juga memperkuat posisi Jember sebagai salah satu tujuan wisata pesisir unggulan di Jawa Timur. (fadila)
Editor : Fadila An Naila