RadarMadura.id - Yogyakarta tidak pernah kehabisan alasan untuk dikunjungi, terutama menjelang liburan Nataru dan akhir tahun.
Namun, di tengah membludaknya wisatawan di kawasan pusat kota, semakin banyak pelancong yang mencari tempat alternatif yang lebih damai tetapi tetap berisi.
Kampung wisata pun muncul sebagai destinasi yang menawarkan pengalaman autentik: interaksi masyarakat lokal, kegiatan budaya, hingga ruang-ruang kreatif yang jarang ditemukan pada wisata mainstream.
Jika kamu ingin menghindari padatnya area populer selama liburan panjang, lima kampung wisata ini dapat menjadi pilihan untuk menikmati Yogyakarta dari sudut yang lebih personal.
Kampung Wisata Warungboto
Umbulharjo menyimpan sebuah kawasan yang memadukan edukasi, seni, dan sejarah. Situs Warungboto menjadi ikon wisata dengan arsitektur berundak yang fotogenik, menjadikannya spot favorit pemburu foto artistik.
Selain itu, pengunjung bisa mencoba paket kegiatan kreatif seperti membuat kerajinan dari bahan daur ulang, resin art, atau pelatihan kain Shibori yang menghasilkan karya personal. Suasananya cocok untuk wisatawan yang ingin healing sekaligus belajar hal baru.
Kampung Wisata Gunungketur Pakualaman
Kampung ini menyajikan atmosfer budaya yang kuat karena kedekatannya dengan Puro Pakualaman. Gang-gangnya yang ramah pejalan kaki menciptakan pengalaman eksplorasi yang intim dan menenangkan.
Wisatawan dapat mengunjungi Masjid Besar Pakualaman atau menelusuri bangunan-bangunan bersejarah seperti ndalem Nototarunan dan ndalem Brotodiningratan. Kawasan ini ideal bagi pecinta walking tour yang ingin menyelami warisan budaya kota.
Kampung Wisata Kali Gajah Wong
Terletak di Giwangan, kampung wisata berbasis sungai ini semakin populer berkat Bendhung Lepen yang disulap menjadi habitat ikan yang menarik dan Instagramable.
Dermaga Cinta yang berada di sebelahnya menawarkan pengalaman naik perahu yang seru untuk wisata keluarga.
Tidak ketinggalan produk UMKM seperti olahan makanan nabati, kerajinan aluminium, hingga Kampung Kelengkeng dengan ratusan pohon buah yang menambah daya tarik agrowisatanya.
Kampung Wisata Purbayan Kotagede
Sebagai Kampung Pusaka, Purbayan menyimpan banyak jejak masa lalu Kerajaan Mataram Islam. Deretan rumah tradisional dan studio perajin perak masih aktif hingga hari ini, memberikan kesempatan bagi wisatawan untuk melihat langsung proses pembuatannya.
Kawasan ini menawarkan pengalaman heritage yang kuat dan cocok untuk wisatawan yang menyukai perjalanan bernuansa sejarah dan kerajinan lokal.
Baca Juga: Tiga Destinasi Ramah Anak di Lumajang yang Tawarkan Petualangan Alam Seru dan Harga Terjangkau
Kampung Wisata Tamansari
Berada tidak jauh dari pusat kota, Tamansari menghadirkan perpaduan seni, kreativitas, dan kehidupan kampung yang tertata rapi. Aktivitas kerajinan seperti batik pranting dan lukis batik menjadi daya tarik utama bagi pengunjung yang ingin mencoba workshop singkat.
Identitas komunitasnya yang kuat, mulai dari penataan lingkungan asri hingga budaya digital yang maju, menjadikan Tamansari sebagai kampung wisata unik yang modern tetapi tetap berakar pada tradisi.
Dengan beragam karakter yang ditawarkan setiap kampung wisata, Yogyakarta memperlihatkan sisi lain yang tak kalah menarik dari tempat-tempat mainstream.
Liburan akhir tahun pun bisa menjadi momen yang lebih bermakna, bebas dari padatnya keramaian, serta memberi ruang untuk menikmati budaya dan kreativitas warga Jogja dari dekat.
Selamat merencanakan liburan Nataru dan menikmati pengalaman berbeda di kampung wisata Yogyakarta! (hasan)
Editor : Hasan Bashri