RadarMadura.id - Perjalanan menikmati Bantul tidak selalu dimulai dari pantai atau kawasan heritage.
Banyak wisatawan justru memulai petualangan mereka dengan satu hal sederhana namun penuh daya tarik, yaitu mencicipi sate di berbagai sudut kota.
Kehadiran warung-warung sate yang menyuguhkan rasa klasik hingga inovatif membuat Bantul menjadi titik kuliner yang tak pernah sepi pengunjung.
Setiap tempat memiliki ciri khas tersendiri, sehingga pilihan berikut dapat menjadi panduan utama saat menjelajahi Bantul di tahun 2025.
Baca Juga: Mengenal Teras BRI Kapal, Bank Terapung yang Dinanti Masyarakat Kepulauan
Sate Klathak Bu Jazim
Warung ini menjadi tujuan favorit bagi wisatawan yang ingin menikmati sate klathak dengan rasa gurih seimbang.
Daging kambing mudanya dibakar pas tanpa aroma gosong yang berlebihan. Buka hingga malam, tempat ini cocok untuk mengakhiri perjalanan kuliner sebelum kembali ke pusat kota.
Sate Kambing Sor Talok
Dikelilingi pemandangan sawah hijau, Sor Talok memberikan pengalaman makan yang hangat dan menenangkan.
Daging kambingnya terkenal tebal dan empuk dengan bumbu sederhana yang meresap. Suasananya yang alami membuatnya cocok untuk santai bersama keluarga.
Sate Kambing Tiban Muda II
Berlokasi di Sewon, warung ini dikenal menyajikan porsi besar dengan harga bersahabat. Dagingnya lembut dan tidak berbau.
Banyak pengunjung merekomendasikan tengklengnya yang gurih dan penuh rempah. Tempat ini selalu ramai terutama pada jam makan malam.
Sate Bakoh Pusat
Cocok bagi pecinta cita rasa premium, Sate Bakoh menghadirkan domba muda yang lembut dengan aroma khas tanpa bau prengus.
Konsep tempatnya modern namun tetap mempertahankan kekuatan rasa tradisional, menjadikannya salah satu favorit wisatawan.
Sate dan Tongseng Kambing Pak Meyet
Di Jetis, warung ini sudah lama menjadi pilihan pencinta rempah. Sate kambingnya gurih pedas, sedangkan tongsengnya memiliki kuah kental yang sulit ditandingi. Tempat ini cocok untuk makan siang setelah dari arah Pantai Parangtritis.
Sate Mbak Bella
Dengan latar sawah yang luas, Sate Mbak Bella menghadirkan suasana pedesaan yang damai. Racikan bumbunya sederhana namun penuh rasa. Tempat ini sering menjadi rekomendasi bagi traveler yang mencari kuliner dengan suasana tenang di Imogiri.
Sate Mas Rangga
Mas Rangga menghadirkan rasa gurih manis khas Jawa yang selalu membuat pengunjung kembali lagi. Dagingnya empuk dan bakarannya rata. Letaknya yang strategis di Imogiri Timur membuatnya mudah dijangkau wisatawan.
Sate Kuda Segoro Roso
Jika ingin mencoba sensasi berbeda, Segoro Roso menyediakan sate daging kuda yang terkenal gurih dan sedikit manis. Menu lain seperti tongseng kuda juga banyak diburu pengunjung. Tempat ini cocok untuk pecinta kuliner unik.
Bantar Satay House
Tempat makan bergaya modern ini menawarkan berbagai jenis sate dengan porsi besar dan rasa yang kuat.
Lingkungannya bersih, pelayanannya cepat, dan area parkirnya luas sehingga ramah untuk rombongan keluarga.
Sate Klathak Daging Kambing Thoyib
Sajian daging juicy dengan sedikit efek gosong pada bagian luar menjadi ciri khas sate klathak Thoyib. Kuah gurihnya membuat rasanya semakin lengkap.
Tempat ini sering menjadi alternatif bagi wisatawan yang ingin menikmati klathak selain ikon-ikon besar lainnya.
Baca Juga: Dinsos Jatim Belum Tentukan Sikap, Riuh Dugaan Pemotongan PKH Pamekasan Berlanjut
Sate Klathak Pak Pong
Nama yang sudah melegenda ini tetap menjadi destinasi kuliner utama. Dengan tusukan jeruji besi dan daging kambing muda yang empuk, cita rasa sate klathaknya begitu khas dan sulit ditiru. Meski antrean panjang, para pencinta kuliner tetap menganggapnya layak dinanti.
Dengan karakter rasa yang beragam dan suasana yang berbeda-beda, Bantul menawarkan pengalaman kuliner yang memperkaya perjalanan wisata.
Menjelajahi kabupaten ini melalui ragam sate adalah salah satu cara terbaik menikmati Yogyakarta dari perspektif yang lebih hangat dan autentik. (hasan)
Editor : Hasan Bashri