RadarMadura.id - Yogyakarta kembali bersiap menyambut gelombang wisatawan menjelang Natal dan Tahun Baru. Setiap musim liburan, ruas populer seperti Malioboro, Keraton, hingga Titik Nol sering kali dipadati pengunjung.
Di tengah antusiasme wisatawan itu, ada alternatif yang justru menawarkan pengalaman lebih santai dan mendalam yaitu jelajah kampung wisata.
Ragam aktivitas budaya, kreativitas warganya, serta atmosfer lokal yang ramah menjadi alasan mengapa kampung wisata semakin diminati sebagai destinasi liburan berkualitas.
Berikut beberapa kampung wisata di Yogyakarta yang bisa menjadi pilihan untuk itinerary Nataru, dengan karakter dan atraksi yang berbeda satu sama lain.
Baca Juga: Nekat Nyolong karena Kebutuhan Ekonomi dan Utang, Incar saat Pemilik Sepeda Motor Lengah
Kampung Wisata Kali Gajah Wong
Giwangan menghadirkan kejutan baru lewat kemunculan kampung wisata tepi sungai yang semakin populer. Bendhung Lepen kini menjadi daya tarik utama, menghadirkan tampilan sungai jernih yang dihuni ratusan ikan.
Tidak jauh dari situ, Dermaga Cinta memanjakan wisatawan dengan pengalaman naik kapal air sambil menikmati pemandangan sekitar.
Setelah menyusuri sungai, pengunjung bisa berburu produk UMKM mulai dari olahan abon nabati hingga kerajinan aluminium.
Kampung ini pun dikenal sebagai Kampung Kelengkeng dengan ratusan pohon yang dirawat warga, menjadikannya kawasan agrowisata yang unik di tengah kota.
Kampung Wisata Gunungketur Pakualaman
Terletak di kawasan yang memiliki hubungan historis dengan Puro Pakualaman, kampung ini menawarkan pengalaman budaya yang sangat khas. Lingkungannya tenang, dengan gang-gang kecil yang hanya bisa dimasuki kendaraan yang didorong.
Pengunjung dapat memasuki area Puro Pakualaman, beribadah di Masjid Besar Pakualaman, atau menelusuri bangunan-bangunan bersejarah seperti ndalem Kepatihan dan ndalem Nototarunan.
Atmosfernya yang damai membuat kawasan ini menarik untuk walking tour bertema sejarah dan budaya.
Kampung Wisata Tamansari
Berada tidak jauh dari pusat kota, kawasan ini menawarkan dinamika seni dan budaya melalui berbagai kerajinan seperti batik pranting dan lukis batik.
Lingkungan yang tertata rapi dan hidup berkat program Green and Clean menjadi ciri khas wilayah ini. Keunikannya semakin kuat karena komunitas warganya dikenal melek digital, memungkinkan berbagai aktivitas dilakukan secara daring.
Kombinasi kreativitas tradisional dan inovasi digital menjadikan Tamansari sebagai kampung wisata yang menarik untuk dikunjungi segala usia.
Kampung Wisata Warungboto
Umbulharjo memiliki kampung wisata yang mengusung konsep edukatif dan kreatif. Ikon kawasan ini adalah Situs Warungboto, bangunan bersejarah peninggalan Sultan Hamengku Buwono II dengan arsitektur yang fotogenik.
Selain itu, warga setempat mengembangkan paket wisata seperti pembuatan kerajinan daur ulang, resin art, hingga pelatihan kain Shibori.
Pengunjung bisa membawa pulang karya buatan sendiri sebagai kenang-kenangan sekaligus mendukung ekonomi warga.
Kampung Wisata Purbayan Kotagede
Kampung Pusaka ini menyimpan banyak situs penting dari era Kerajaan Mataram Islam. Rumah-rumah tradisional Jawa yang masih lestari serta aktivitas para perajin perak membuat suasana Kotagede begitu khas.
Pengunjung dapat menyaksikan langsung proses pembuatan perak sekaligus membeli karya yang dibuat manual oleh pengrajin lokal.
Paduan sejarah, arsitektur, dan kerajinan tangan menjadikan Purbayan destinasi wisata budaya yang kaya perspektif.
Dengan beragam karakter kampung wisata yang tersebar di Kota Yogyakarta, liburan Nataru tahun ini bisa menjadi momen untuk mengenal sisi kota yang lebih personal dan otentik.
Jauh dari kemacetan, penuh interaksi lokal, serta menghadirkan pengalaman yang tak didapatkan di pusat keramaian.
Selamat menjelajah kampung wisata Jogja dan menikmati liburan akhir tahun dengan cara yang berbeda. (hasan)
Editor : Hasan Bashri