RadarMadura.id— Saat tren wisata edukasi semakin diminati, Solo menghadirkan kejutan besar melalui hadirnya Solo Safari Zoo. Tempat wisata ini kini menjadi salah satu destinasi yang paling diburu wisatawan terutama menjelang liburan akhir tahun.
Tidak hanya tampil dengan wajah baru, Solo Safari menawarkan pengalaman yang lebih interaktif, lebih dekat dengan satwa, dan lebih relevan bagi keluarga dan generasi muda.
Siapa sangka, kebun binatang yang dulu dikenal sebagai Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) sejak tahun 1878 kini berubah total menjadi walking zoo modern dengan ruang hijau luas, zona edukasi satwa, hingga berbagai aktivitas interaktif yang membuat pengunjung tidak sekadar melihat, tetapi ikut mengalami.
Lokasi Strategis dan Konsep Baru yang Bikin Pengunjung Betah Berlama-lama
Solo Safari Zoo berada di kawasan Jebres, Surakarta, tak jauh dari Sungai Bengawan Solo dan Stasiun Jebres. Aksesnya mudah dan didesain ramah pejalan kaki, stroller, hingga rombongan keluarga.
Dengan luas hampir 10 hektar, kebun binatang ini mengusung konsep walking zoo yang membuat pengunjung dapat menikmati perjalanan sambil berinteraksi langsung dengan satwa.
Desain habitat dibuat menyerupai lingkungan alami sehingga pengalaman berwisata terasa lebih hidup.
Yang Baru, Yang Seru, dan Wajib Dicoba di Solo Safari Zoo
Berikut rangkaian aktivitas yang kini membuat Solo Safari naik level dan viral di media sosial.
Spot Foto dan Instalasi Satwa Raksasa
Sebelum menjelajah area satwa, pengunjung biasanya berhenti di deretan spot foto bertema satwa raksasa.
Karakter ikonik hewan savana, patung naga kuning besar, hingga mural tematik menjadikannya favorit welfie keluarga. Tidak heran banyak konten Solo Safari berseliweran di Instagram dan TikTok.
Petting Zoo: Interaksi Dekat dengan Hewan Jinak
Bagi anak-anak, area Petting Zoo adalah highlight perjalanan. Kelinci, kambing, kura-kura, hingga ayam hias bisa diberi makan langsung. Dengan membeli pakan seharga terjangkau, momen edukatif ini terasa lebih menyenangkan.
Animal & Elephant Show yang Edukatif
Tidak hanya rekreasi, Solo Safari menghadirkan pertunjukan satwa terjadwal. Elephant Education Show dan Animal Show dirancang untuk mengajarkan perilaku dan habitat satwa dengan cara yang menghibur. Anak-anak bisa belajar tentang empati terhadap hewan dan konservasi.
Pony Ride yang Disukai Anak-anak
Pony Ride menjadi aktivitas yang paling banyak diantre terutama akhir pekan atau musim liburan sekolah. Anak-anak bisa menunggang kuda poni lucu dengan aman bersama pemandu profesional.
Atraksi Satwa di Area Habitat
Dengan lebih dari 480 satwa termasuk orangutan, zebra, anoa, komodo, unta, dan beruang, Solo Safari memberikan pengalaman melihat satwa lebih dekat.
Koleksi burung eksotis seperti merak dan burung unta pun menjadi daya tarik yang membuat pengunjung betah mengamati.
Area Wahana Anak
Tidak hanya satwa, wahana bermain seperti kora-kora mini, jungkat-jungkit, hingga playground tematik menjadikan tempat ini nyaman untuk wisata keluarga yang ingin menghabiskan waktu lebih lama.
Snack Corner Bernuansa Alam
Setelah berjalan cukup jauh, pengunjung bisa beristirahat di snack corner yang menawarkan jajanan tradisional Solo hingga makanan modern. Letaknya yang strategis di area rindang membuat makan santai terasa menyenangkan.
Mengapa Solo Safari Layak Masuk Bucket List Liburan Akhir Tahun?
Revitalisasi Solo Safari bukan hanya soal mempercantik fasilitas, tetapi juga menghadirkan ruang wisata yang lebih edukatif, lebih Instagramable, dan lebih ramah keluarga.
Konsep walking zoo, wahana interaktif, serta pengalaman dekat dengan satwa menjadi alasan mengapa tempat ini terus menjadi trending destinasi liburan.
Bagi wisatawan yang merencanakan liburan akhir tahun atau agenda solo traveling, Solo Safari Zoo menawarkan kombinasi rekreasi, pendidikan, dan pengalaman alam yang sulit ditemukan di destinasi lain di Surakarta. (Fadila)
Editor : Fadila An Naila