RadarMadura.id - Menjelang liburan akhir tahun, aktivitas outdoor kembali menjadi pilihan favorit banyak orang untuk melepas penat dan mencari suasana baru.
Mojokerto, dengan keindahan alamnya yang memesona, hadir sebagai salah satu destinasi yang semakin diminati para pencinta alam.
Di kota ini, dua gunung ramah pemula menjadi magnet utama bagi mereka yang ingin menikmati udara segar, panorama hijau, hingga keindahan sunrise tanpa harus menempuh jalur ekstrem.
Keberadaan Gunung Lorokan dan Gunung Penanggungan menjadikan Mojokerto sebagai tempat ideal untuk berpetualang sekaligus menikmati waktu berkualitas bersama teman maupun keluarga.
Dengan akses mudah, biaya masuk yang terjangkau, dan pengalaman visual yang menenangkan, keduanya menjadi destinasi yang layak dipertimbangkan sebagai agenda utama liburan akhir tahun.
Baca Juga: DKPP Belum Kantongi Data Bantuan Alsintan
Gunung Lorokan: Jalur Ringkas yang Cocok untuk Liburan Akhir Tahun
Untuk kamu yang ingin menikmati momen liburan akhir tahun tanpa perjalanan pendakian yang berat, Gunung Lorokan adalah pilihan yang sangat ideal.
Berlokasi di Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, gunung ini memiliki ketinggian sekitar 1.100 mdpl dan terkenal karena waktu tempuhnya yang singkat, yakni hanya sekitar satu jam menuju puncak.
Pendaki dapat memilih dua rute populer: jalur Sumber Waringin atau jalur Air Terjun, keduanya menawarkan lanskap hijau yang menenangkan.
Selain itu, biaya pendakiannya termasuk ramah dompet — Rp15.000 per orang dan parkir motor Rp10.000. Pendaki juga mendapatkan kupon yang dapat ditukar dengan makanan atau minuman di area basecamp.
Meski terbilang singkat, suasana puncaknya menghadirkan pengalaman yang luar biasa. Udara sejuk, panorama lembah hijau, hingga view kabut tipis menjadikan Gunung Lorokan spot favorit untuk healing cepat maupun aktivitas outdoor ringan menjelang pergantian tahun.
Gunung Penanggungan: Gabungan Keindahan Alam dan Sejarah Kuno yang Menawan
Bergeser sedikit ke sisi barat Mojokerto, Gunung Penanggungan menjadi pilihan sempurna bagi pendaki pemula yang ingin merasakan tantangan ringan namun tetap memuaskan.
Dengan ketinggian 1.653 mdpl, gunung ini kerap dijuluki mini Arjuno karena bentuknya yang simetris dan pemandangannya yang memikat.
Terdapat dua jalur yang banyak dipilih pendaki: Jalur Wonosunyo dan Jalur Jolotundo. Jalur Jolotundo terkenal karena melewati banyak situs bersejarah berupa candi dan struktur peninggalan era Majapahit, sehingga menambah nilai budaya pada perjalanan.
Biaya masuk kawasan ini juga terjangkau, yakni Rp15.000 per orang, parkir motor Rp10.000, dan mobil Rp25.000.
Gunung Penanggungan sangat cocok bagi pendaki yang ingin liburan akhir tahun dengan suasana tenang, sekaligus belajar sejarah.
Pemandangan sunrise dari puncaknya pun menjadi daya tarik utama — warna keemasan yang muncul di balik siluet gunung-gemunung menciptakan pengalaman visual yang sulit dilupakan.
Mengapa Gunung di Mojokerto Layak Masuk Agenda Liburan Akhir Tahun?
Mojokerto menawarkan kombinasi sempurna antara keindahan alam, jalur pendakian ramah pemula, biaya terjangkau, dan suasana tenang jauh dari hiruk pikuk perkotaan.
Baik Gunung Lorokan maupun Gunung Penanggungan memberikan pengalaman yang ideal untuk melepas penat, menyegarkan pikiran, dan menciptakan momen berkesan menjelang pergantian tahun.
Dari jalur yang bersih, akses mudah, hingga pilihan spot foto natural yang Instagramable, semuanya membuat kedua gunung ini menjadi favorit wisatawan lokal maupun pendaki pemula yang mendambakan aktivitas outdoor singkat namun bermakna.
Jika kamu sedang menyiapkan rencana liburan akhir tahun yang tidak hanya seru tetapi juga menenangkan, dua gunung di Mojokerto ini wajib masuk daftar kunjunganmu.
Gunung Lorokan menawarkan jalur pendakian cepat namun indah, sedangkan Gunung Penanggungan menghadirkan perpaduan pesona alam dan nilai sejarah yang mendalam.
Saatnya menikmati udara bersih, pemandangan spektakuler, dan ketenangan khas pegunungan Mojokerto — pengalaman lengkap untuk menyambut tahun baru dengan energi segar. (hasan)
Editor : Hasan Bashri