RadarMadura.id - Nama Gubugklakah mungkin dulu hanya terdengar sebagai jalur menuju Gunung Bromo.
Namun beberapa tahun terakhir, desa ini berubah menjadi destinasi wisata mandiri yang menawarkan keindahan alam, kekayaan budaya, serta pengalaman agrowisata yang semakin dilirik wisatawan — terutama menjelang liburan akhir tahun.
Terletak di Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Gubugklakah menyuguhkan pemandangan hijau, udara sejuk, serta suasana pedesaan yang ramah.
Transformasi desa ini menjadi bukti betapa kuatnya peran masyarakat dalam membangun potensi wisata lokal.
Perjalanan Panjang Gubugklakah: Dari Gubuk Pisang Sampai Jadi Desa Wisata Berprestasi
Nama Gubugklakah berawal dari cerita lokal mengenai gubuk sederhana dari batang pisang yang kemudian diganti dengan klakah atau bambu belah. Dari tempat sederhana itulah sebuah desa tumbuh, berkembang, dan akhirnya dikenal secara nasional.
Sekitar tahun 2008, masyarakat Gubugklakah masih mengandalkan pertanian apel dan hasil hutan. Pariwisata belum terbayangkan sebagai sumber penghasilan utama.
Hingga kedatangan mahasiswa KKN membawa ide pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan wisata desa.
Lahirnya Lembaga Desa Wisata (Ladesta) Gubugklakah pada 20 Agustus 2010 kemudian menjadi titik balik.
Kolaborasi pemuda desa dan tim KKN membuka jalan bagi berbagai program wisata. Ketika jalur Bromo dari Malang dibuka pada 2012, Gubugklakah mulai menjadi lokasi singgah wisatawan dan berkembang pesat sebagai desa wisata.
Kini desa ini dikenal sebagai salah satu desa wisata terbaik di Malang, dengan masyarakat yang aktif menciptakan pengalaman wisata unik dan berkelanjutan.
Geografi yang Menguntungkan: Desa Sejuk di Jalur Utama Menuju Bromo
Gubugklakah berdiri di ketinggian ±1.200 mdpl dengan suhu sejuk 18–24 derajat Celsius. Lokasinya yang hanya sekitar satu jam dari Kota Malang membuatnya jadi tujuan ideal untuk wisata alam dan agro.
Sungai Amprong mengalir membelah desa dan menjadi sumber inspirasi beberapa wisata petualangan.
Lanskap yang didominasi kebun apel, sayuran, dan hutan pinus menciptakan suasana hijau sepanjang tahun, sangat cocok untuk destinasi liburan akhir tahun yang menenangkan.
Destinasi Wisata Pilihan di Gubugklakah (Diacak Urutannya)
Ledok Amprong
Area ini menawarkan pengalaman river tubing, camping, dan menikmati jernihnya hulu Sungai Amprong. Panorama pepohonan pegunungan menjadi daya tarik utama bagi keluarga dan pecinta petualangan.
Agrowisata Apel & Sapi Perah
Wisatawan bisa memetik apel langsung dari pohon, mencicipi sari apel, hingga belajar pengolahan susu sapi perah. Aktivitas edukatif ini sangat cocok untuk keluarga dan rombongan sekolah.
Coban Trisula dan Coban Bidadari
Bagi wisatawan yang menyukai tracking ringan, kedua air terjun ini menawarkan keindahan alam yang masih alami dan suasana tenang khas pegunungan. Coban Trisula memiliki tiga tingkat yang unik, sementara Coban Bidadari menyuguhkan ketenangan alami.
Coban Pelangi
Air terjun ikonik setinggi 110 meter ini sering memunculkan pelangi alami ketika matahari bersinar cukup terang. Fasilitas wisata yang lengkap membuatnya ramah untuk pengunjung berbagai usia.
Kearifan Lokal dan Budaya Tengger
Interaksi dengan masyarakat memberikan pengalaman unik: dari kesenian bantengan, bahasa lokal, hingga pakaian adat. Budaya Tengger yang dijaga hingga kini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
Prestasi yang Mengangkat Nama Gubugklakah
Gubugklakah telah menorehkan berbagai penghargaan nasional, antara lain:
-
300 Besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021
-
Juara 3 Desa Wisata Tingkat Nasional 2014
-
Ladesta Gubugklakah sebagai Kelompok Sadar Wisata Terbaik Nasional
Prestasi ini menegaskan komitmen warga dalam menciptakan desa wisata ramah wisatawan sekaligus berkelanjutan.
Panduan Berkunjung untuk Liburan Akhir Tahun
Akses
Dari Malang, arahkan perjalanan ke Tumpang – Wringinanom – Poncokusumo. Jalanan menanjak dan berkelok, namun rute sudah beraspal dan menyajikan panorama cantik.
Tiket
Coban Pelangi: Rp10.000–Rp15.000
Wahana river tubing Ledok Amprong: tarif bervariasi sesuai paket.
Waktu Terbaik
Pagi hingga siang hari, terutama akhir tahun saat cuaca relatif cerah dan pemandangan lebih dramatis.
Persiapan
Gunakan jaket, alas kaki nyaman, obat pribadi, serta siapkan stamina ringan untuk menjelajah jalur trekking.
Gubugklakah bukan hanya pintu gerbang menuju Bromo, melainkan destinasi lengkap yang menawarkan keindahan alam, pesona budaya, dan pengalaman agrowisata yang jarang ditemukan di tempat lain.
Desa ini menjadi pilihan tepat untuk menghabiskan liburan akhir tahun, sekaligus menikmati ketenangan dan kehangatan masyarakat lereng pegunungan. (hasan)
Editor : Hasan Bashri