RadarMadura.id — Kota Solo atau Surakarta dikenal sebagai salah satu destinasi wisata budaya paling memesona di Jawa Tengah.
Dengan perpaduan antara tradisi Jawa, peninggalan kolonial, dan kuliner yang autentik, Solo menawarkan pengalaman tak terlupakan bahkan hanya dalam satu hari.
Artikel ini menghadirkan rute itinerary sehari penuh yang efisien dan menyenangkan, ideal bagi solo traveler yang ingin menikmati nuansa klasik kota dengan cara santai dan bebas.
Pagi Hari: Menyelami Kehidupan Lokal di Pasar Gede dan Museum Batik Danar Hadi
Mulailah pagi dengan mengunjungi Pasar Gede Hardjonagoro, pasar tradisional terbesar dan tertua di Solo.
Di sini, kamu bisa mencicipi dawet telasih, minuman legendaris yang manis dan segar, sembari menikmati hiruk-pikuk khas pasar Jawa yang penuh warna.
Menara tinggi di tengah pasar menjadi ikon arsitektur klasik yang memikat, simbol yang melekat pada identitas Kota Surakarta.
Tak hanya berbelanja, kamu juga bisa berburu kuliner khas seperti serabi Notosuman, nasi liwet, hingga tengkleng—semuanya tersedia di sudut-sudut pasar yang ramai pengunjung.
Dari pasar, lanjutkan ke Museum Batik Danar Hadi, salah satu museum batik terbaik di Indonesia. Koleksinya mencapai lebih dari 10.000 motif batik, dari era klasik hingga kontemporer.
Kamu juga bisa mencoba pengalaman membatik langsung, menjadikan kunjungan ini tak sekadar wisata, tetapi juga perjalanan budaya yang mendalam.
Siang Hari: Menjelajahi Warisan Kolonial dan Kemegahan Keraton Solo
Perjalanan siang dilanjutkan ke Benteng Vastenburg, peninggalan kolonial Belanda yang kini menjadi landmark sejarah di jantung kota.
Dari sini, arahkan langkah ke Museum Bank Indonesia Solo, bangunan bergaya arsitektur Eropa yang elegan, sempurna bagi pencinta fotografi bergaya klasik kota tua.
Jangan lewatkan Keraton Surakarta Hadiningrat, pusat kebudayaan dan simbol kejayaan masa lalu Kesultanan Mataram.
Di dalamnya tersimpan koleksi pusaka, gamelan, hingga artefak kerajaan yang menakjubkan. Jika beruntung, kamu bisa menyaksikan pertunjukan tari dan gamelan tradisional yang rutin digelar di halaman keraton.
Sore Hari: Santap Siang dan Wisata Seni di Kampung Batik Kauman
Setelah puas berkeliling, saatnya bersantai di Wedangan Mbak Lies, tempat makan legendaris di Solo yang terkenal dengan konsep rumahan dan dekorasi unik penuh ornamen Jawa.
Menu andalannya seperti sayur lodeh, soto ayam kampung, dan sambal khas Solo akan membuat lidahmu dimanjakan.
Usai makan, lanjutkan petualangan ke Kampung Batik Kauman, kawasan yang masih mempertahankan tradisi membatik secara turun-temurun.
Setiap gang di kampung ini menampilkan motif dan warna batik yang khas, serta bangunan rumah lawas berarsitektur Jawa kuno.
Tak hanya berbelanja batik, kamu juga bisa berinteraksi langsung dengan pengrajin lokal yang ramah dan penuh semangat.
Malam Hari: Nikmati Suasana Hidup di Galabo atau Solo Safari
Menjelang malam, ada dua pilihan penutup perjalanan yang sama-sama seru.
Pertama, mampir ke Galabo Night Market, surga kuliner malam yang berlokasi di Jalan Mayor Sunaryo.
Setiap malam mulai pukul 17.00 WIB, area ini berubah menjadi pusat jajanan khas Solo.
Kamu bisa mencicipi tengkleng, timlo, rawon, sate buntel, hingga seafood murah meriah sambil menikmati alunan musik live yang menciptakan suasana akrab dan hangat.
Alternatif lain adalah Solo Safari, destinasi wisata keluarga modern dengan konsep “All-in-One”.
Di sini, kamu bisa menjelajahi kebun binatang yang tertata rapi, menyaksikan pertunjukan satwa, hingga berinteraksi langsung dengan hewan seperti komodo, orangutan, dan burung eksotik.
Fasilitas buggy car siap membawamu berkeliling dengan nyaman di malam yang menyenangkan.