RadarMadura.id— Jika dulu Majalengka hanya dikenal sebagai kota persinggahan menuju Cirebon atau Kuningan, kini julukan Kota Angin itu menjelma menjadi destinasi wisata alam baru yang ramai dibicarakan.
Kabupaten yang terletak di kaki Gunung Ciremai, Jawa Barat ini, menawarkan panorama alam yang masih asri dengan udara pegunungan yang sejuk.
Menariknya, hampir di setiap sudut Majalengka tersimpan kejutan. Ada taman bunga berwarna-warni di lereng gunung, air terjun megah di antara tebing batu, hingga terasering indah yang menandingi Ubud di Bali.
Tak heran jika Majalengka kini dilirik wisatawan muda, keluarga, hingga fotografer yang berburu lanskap alam eksotis.
Berikut ini delapan tempat wisata alam paling memukau di Majalengka 2025, yang siap membuat siapa pun terpesona.
Baca Juga: Resep Aer Manis Khas Betawi: Minuman Rempah Harum yang Jadi Rahasia Awet Sehat Orang Zaman Dulu
Saung Gunung Beepark, Dunia Warna-warni di Tengah Pegunungan
Berada di Desa Argalingga, Saung Gunung Beepark menjadi destinasi kekinian yang menggabungkan taman bunga, mini zoo, hingga area edukasi lebah. Tempat ini menghadirkan suasana sejuk khas pegunungan dengan spot-spot foto yang estetik.
Taman dibagi ke dalam beberapa zona tematik seperti Taman Khayangan, Taman Sawaga, dan Taman Sarangenge—semuanya dihiasi bunga warna-warni dan jalan setapak yang instagramable.
Pengunjung yang ingin lebih lama menikmati suasana bisa mencoba camping, dengan tiket Rp35 ribu untuk dewasa dan Rp15 ribu untuk anak-anak, lengkap dengan tenda dan perlengkapan tidur.
Curug Ibun Pelangi, Surga Tersembunyi di Antara Dua Tebing
Tak kalah menakjubkan, Curug Ibun Pelangi di Desa Sukasari Kaler, Kecamatan Argapura menghadirkan keajaiban alam yang tampak seperti potongan surga.
Air terjun ini mengalir di antara dua tebing batu yang tinggi dan kokoh, menciptakan nuansa magis yang memesona.
Untuk mencapai lokasi, wisatawan harus menapaki ratusan anak tangga serta melintasi jembatan gantung.
Meski perjalanan cukup menantang, begitu tiba di bawah, suasana sejuk dan suara air yang bergemuruh membuat segala lelah langsung hilang.
Terasering Panyaweuyan, Lukisan Alam di Kaki Gunung Ciremai
Pemandangan di Terasering Panyaweuyan, Kecamatan Argapura, sering disebut mirip dengan sawah bertingkat di Ubud, Bali. Bedanya, di sini latar belakangnya adalah Gunung Ciremai yang menjulang gagah.
Lereng-lereng hijau ditanami bawang merah dan daun bawang oleh warga setempat, menghasilkan pola alami yang begitu indah.
Lokasi ini juga menjadi favorit fotografer karena panorama matahari terbitnya yang menawan. Akses ke tempat ini sebaiknya menggunakan sepeda motor karena jalannya cukup sempit.
Situ Ciranca, Danau Tenang di Kaki Bukit Rajagaluh
Jika Anda mencari suasana damai untuk bersantai, Situ Ciranca di Desa Teja, Kecamatan Rajagaluh, adalah pilihan tepat. Danau alami ini dikelilingi pepohonan rindang, dilengkapi area bermain anak dan bumi perkemahan yang luas.
Tiket masuknya sangat terjangkau—Rp10 ribu untuk dewasa dan Rp5 ribu untuk anak-anak. Suasananya tenang dan menenangkan, cocok untuk piknik keluarga atau sekadar melepas lelah di akhir pekan.
Bukit Pamoroan, Spot Favorit Pemburu Lautan Awan
Disebut juga “Dieng-nya Majalengka”, Bukit Pamoroan di Desa Sedareja, Kecamatan Cingambul, terkenal dengan keindahan panorama lautan awan dan sunrise yang spektakuler.
Dari ketinggian 1.000 mdpl, Anda bisa menyaksikan perpaduan sawah bertingkat dan kabut tipis yang menari di antara perbukitan.
Jalur pendakiannya ringan dan aman untuk keluarga, bahkan anak-anak. Harga tiketnya hanya Rp10 ribu untuk wisata harian, sementara tiket camping dibanderol Rp15 ribu–Rp20 ribu. Tak heran jika tempat ini jadi favorit para pencinta sunrise.
Menyapa Alam, Menyembuhkan Jiwa di Kota Angin
Setiap destinasi di Majalengka bukan hanya menawarkan keindahan visual, tetapi juga pengalaman batin yang menenangkan. Dari ketinggian bukit hingga tepian danau, udara segar dan keramahan warga lokal membuat siapa pun merasa pulang.
Bukan tanpa alasan Majalengka kini naik daun sebagai destinasi wisata alam unggulan Jawa Barat.
Dengan akses yang semakin mudah dan banyaknya tempat baru yang bermunculan, kota ini perlahan menjelma menjadi permata tersembunyi yang siap bersinar di peta pariwisata Indonesia.
Jadi, sebelum semua tempat ini ramai diburu wisatawan, mungkin inilah waktu terbaik untuk menjelajahi pesona Kota Angin dan menemukan ketenangan di tengah keindahan alamnya. (Fadila)