RadarMadura.id— Liburan akhir tahun kini tak hanya identik dengan pantai atau pusat perbelanjaan. Mojokerto menghadirkan alternatif menarik bagi para pencinta suasana tenang dan udara pegunungan sejuk.
Kota ini menyimpan banyak kafe dengan konsep alam yang memesona, mulai dari yang bergaya minimalis hingga yang menghadirkan pengalaman ngopi di tengah hutan pinus.
Dari Pacet hingga Trawas, setiap kafe menawarkan pesona yang berbeda. Ada yang cocok untuk quality time bersama pasangan, ada pula yang ideal untuk hunting foto atau sekadar me time sambil menyeruput kopi hangat.
Berikut deretan kafe alam terbaik di Mojokerto yang siap membuat liburanmu tak terlupakan.
Aone Kafe Hutan Trawas, Menyatu dengan Teduhnya Alam
Aone Kafe Hutan Trawas menjadi salah satu spot paling menenangkan di Mojokerto. Terletak di ketinggian 1.300 mdpl, tepat di kaki Gunung Welirang, kafe ini memberikan sensasi ngopi di tengah hutan pinus yang rimbun dan udara pegunungan yang segar.
Dengan konsep semi-outdoor, pengunjung bisa menikmati panorama lembah dari atas sambil mencicipi minuman hangat seperti teh mint, jahe, atau kopi hitam.
Ada juga hidangan berat seperti beef teriyaki rice, bebek goreng, dan iga bakar yang dibanderol mulai Rp12.000. Aone Kafe buka setiap hari, 07.00–19.00 WIB (weekday) dan hingga 20.00 WIB di akhir pekan.
Toko Kopi Bersaudara, Tempat Nongkrong Estetik di Tengah Kota
Bagi pencinta desain modern dan suasana estetik, Toko Kopi Bersaudara di kawasan Magersari, Kota Mojokerto, adalah destinasi yang wajib dikunjungi.
Bangunan berdinding kaca dengan pencahayaan lembut menjadikannya tempat nongkrong paling Instagramable, terutama saat malam hari.
Dikelilingi tanaman hijau dan ruang indoor-outdoor yang luas, suasananya nyaman untuk bersantai bersama teman atau keluarga.
Minuman di sini dibanderol mulai Rp8.000, dengan jam buka 08.00–21.00 WIB (Minggu–Jumat) dan 08.00–23.00 WIB (Sabtu).
Latar Pawitra, Kedai Kopi dengan Nuansa Pegunungan
Terletak di kawasan Trawas yang berhawa sejuk, Latar Pawitra dikenal dengan konsep minimalis yang hangat dan pemandangan alam yang menenangkan.
Dikelilingi pepohonan dan panorama pegunungan, kafe ini menjadi tempat ideal untuk menenangkan pikiran.
Menu favoritnya seperti Mie Pawitra Green Topping Jamur dan Nasi Goreng Pawitra siap memanjakan lidah, dengan harga mulai Rp10.000 hingga Rp50.000.
Tak heran jika banyak wisatawan memilih Latar Pawitra sebagai tempat terbaik untuk menikmati pagi yang damai atau sore romantis di kaki gunung.
Nabs Cafe Pacet, Harmoni Alam dan Rasa
Nabs Cafe di Pacet menghadirkan suasana alam yang harmonis dengan pemandangan sawah dan perbukitan hijau. Kafe ini menggabungkan kenyamanan modern dengan keasrian pedesaan, membuat siapa pun betah berlama-lama di sini.
Dengan area indoor dan outdoor yang luas, Nabs Cafe cocok untuk nongkrong santai. Menu yang ditawarkan mulai dari Roti Bakar Keju, Singkong Goreng Cokelat, hingga Sosis Bakar, dengan harga Rp7.000–Rp22.000.
Sambil menyeruput kopi spesial atau jus segar, pengunjung bisa menikmati semilir angin pegunungan yang menenangkan.
Kafe Black Dew, Panorama Gunung Penanggungan yang Mempesona
Bagi yang mencari suasana romantis, Kafe Black Dew di kawasan Cembor, Pacet, tak boleh dilewatkan. Bangunannya yang menyerupai peternakan modern menawarkan pemandangan langsung ke Gunung Penanggungan.
Saat sore hari, warna langit oranye keemasan menciptakan suasana hangat dan penuh ketenangan.
Kafe ini terkenal dengan menu lezatnya seperti Mini Pao, Jasmine Green Tea, hingga Iga Bakar Black Dew yang hanya dibanderol Rp20.000.
Saat malam tiba, panorama city light Mojokerto terlihat jelas dari sini. Cocok untuk quality time bersama pasangan di bawah cahaya lampu lembut.
Mojokerto kini bukan hanya tentang wisata sejarah dan peninggalan Majapahit. Kota ini telah berkembang menjadi destinasi kuliner dan gaya hidup yang menghadirkan perpaduan antara rasa, keindahan, dan ketenangan.
Dari Aone Trawas yang memanjakan mata, hingga Black Dew yang romantis di kaki gunung, setiap kafe memiliki daya tarik tersendiri.
Liburan akhir tahun pun terasa lebih hangat saat ditemani secangkir kopi dan panorama alam Mojokerto yang menenangkan. (Fadila)
Editor : Fadila An Naila