RadarMadura.id — Kabupaten Jember di Jawa Timur kini tak hanya dikenal lewat keindahan alam dan festival budayanya.
Di tengah hamparan perkebunan hijau dan udara pedesaan yang sejuk, terselip sebuah destinasi unik yang memadukan sains, wisata, dan sensasi cita rasa dunia.
Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (Puslitkoka).
Berlokasi di Jalan Jenggawah, Mumbulsari, Wonojati, Kecamatan Rambipuji, tempat ini menjadi magnet baru bagi wisatawan yang ingin menjadikan liburan akhir tahun lebih bermakna
Bukan sekadar berfoto, tetapi juga belajar tentang dua komoditas unggulan Indonesia: kopi dan kakao.
Dari Bibit hingga Cokelat: Petualangan Edukatif yang Menggugah Indra
Di sini, pengunjung tidak hanya melihat kebun kopi dan kakao dari kejauhan, tetapi benar-benar bisa menyelami proses panjang di balik secangkir kopi atau sebatang cokelat yang biasa dinikmati setiap hari.
Mulai dari pembibitan, perawatan tanaman, panen, hingga pengolahan biji menjadi bubuk kopi dan cokelat siap saji, semua ditampilkan secara menarik dan interaktif.
Setiap tur terasa seperti perjalanan ilmiah mini. Suara mesin sangrai berpadu dengan aroma kopi yang baru digiling menghadirkan sensasi yang menenangkan.
Tak sedikit wisatawan mengaku pengalaman ini membuat mereka lebih menghargai setiap tetes kopi yang diseduh.
Baca Juga: Wisata Kuliner Parung Bogor 2025: Temukan 5 Spot Makan Keluarga dengan Suasana Alam yang Asri!
Cita Rasa Lokal, Suasana Pedesaan
Usai tur edukatif, wisatawan bisa bersantai di kafe tematik yang menyajikan berbagai olahan kopi dan cokelat khas Jember.
Sambil duduk di antara hijaunya kebun percobaan, pengunjung dapat menikmati suasana pedesaan yang tenang — suasana yang sulit ditemui di kota besar.
Tak ketinggalan, ada pula gerai oleh-oleh yang menjual produk lokal seperti cokelat batangan, kopi bubuk, hingga biji kakao fermentasi.
Semuanya hasil olahan langsung dari kebun penelitian yang menjadikan Puslitkoka sebagai contoh nyata wisata berkelanjutan berbasis edukasi dan ekonomi lokal.
Wadah Belajar bagi Petani dan Pelajar
Menariknya, tempat ini juga aktif menjadi pusat pelatihan dan workshop seputar dunia kopi dan kakao.
Programnya terbuka untuk pelajar, petani, hingga wisatawan umum.
Dengan cara ini, Puslitkoka tidak hanya menjadi tempat wisata, tetapi juga laboratorium terbuka bagi siapa pun yang ingin memahami potensi besar komoditas pertanian Indonesia.
Baca Juga: Ingin Feed Instagram Lebih Aesthetic? Coba 3 Tempat Wisata Alam Kuningan Terbaru Tahun 2025
Harga tiket masuknya pun sangat terjangkau, hanya Rp10.000–Rp20.000 per orang, dengan biaya parkir Rp5.000 untuk motor dan Rp10.000 untuk mobil.
Puslitkoka buka setiap hari pukul 08.00–16.00 WIB, menjadikannya pilihan sempurna untuk wisata keluarga di akhir pekan atau musim liburan.
Kombinasi Ilmu, Wisata, dan Pelestarian Alam
Lebih dari sekadar tempat rekreasi, Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Jember membawa pesan penting tentang edukasi berkelanjutan.
Melalui pendekatan ilmiah dan rekreatif, tempat ini mengajak masyarakat untuk memahami bagaimana penelitian bisa berjalan beriringan dengan pariwisata dan pelestarian lingkungan.
Tak heran jika menjelang liburan akhir tahun, destinasi ini semakin ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah.
Mereka datang bukan hanya untuk berfoto, tetapi untuk “menyelami rasa” — menikmati harmoni antara pengetahuan, alam, dan kenikmatan cita rasa kopi serta cokelat nusantara.
Editor : Fadila An Naila