RadarMadura.id — Bagi kamu yang mencari tempat liburan akhir tahun yang tidak biasa, Geopark Ciletuh di Sukabumi adalah jawabannya.
Bukan sekadar destinasi wisata alam, kawasan ini menyimpan kisah bumi yang berumur puluhan juta tahun.
Tebing batu menjulang, laut berkilau keemasan saat senja, hingga pulau-pulau misterius yang menyimpan mitos dan legenda, menjadikan Ciletuh seperti kapsul waktu alam yang hidup.
Naik perahu kayu dari Dermaga Palangpang, wisatawan akan diajak berlayar menelusuri teluk luas yang dikelilingi formasi batuan raksasa.
Dengan tarif sekitar Rp40.000 hingga Rp50.000 per orang, pengalaman ini memberi sensasi menyusuri “museum alam terbuka” yang tak ternilai.
Pulau Kunti: Gema Tawa dari Batu Purba
Salah satu daya tarik utama Ciletuh adalah Pulau Kunti, pulau kecil yang terbentuk dari batuan basalt hasil aktivitas gunung api purba di dasar laut sekitar 60 juta tahun lalu.
Yang unik, batuan berongga di pulau ini bisa memantulkan suara mirip tawa ketika dihantam ombak besar.
Dari fenomena alam inilah nama “Kunti” muncul — bukan karena kisah mistik, melainkan suara alam yang menggema seperti manusia tertawa.
Pulau ini juga menjadi bagian penting dari Geopark Ciletuh-Palabuhanratu yang diakui UNESCO sebagai warisan geologi dunia.
Pemandangannya megah, apalagi saat senja ketika sinar matahari menembus rongga-rongga batu dan laut berubah warna menjadi jingga keemasan.
Gua Anti Jomblo, Romansa di Tengah Tebing Laut
Dekat Pulau Kunti, terdapat gua purba yang oleh warga dijuluki Gua Anti Jomblo.
Terbentuk alami akibat kikisan ombak selama jutaan tahun, gua ini memiliki rongga sepanjang 15 meter dengan tinggi mencapai 9 meter.
Yang membuatnya terkenal bukan hanya keindahan bentuknya, tetapi juga mitosnya — konon siapa pun yang masuk ke dalam gua ini akan mudah menemukan jodoh.
Entah benar atau tidak, tempat ini selalu ramai dikunjungi pasangan muda maupun para pencari cinta yang penasaran ingin “menguji keberuntungan”.
Selain daya tarik romantisnya, gua ini juga memiliki nilai geologis tinggi karena memperlihatkan struktur batuan laut yang masih asli tanpa sentuhan manusia.
Pulau Mandra: Kisah Salah Dengar yang Jadi Legenda
Sebelum tiba di Pulau Kunti, perahu akan melintas di Pulau Mandra, pulau mungil yang tenang dengan air laut berwarna hijau muda.
Nama “Mandra” ternyata lahir dari kesalahpahaman bahasa antara penduduk Sunda dan para nelayan Bugis yang dulu sering singgah di sini.
Dikisahkan, ketika nelayan Bugis memanggil rekannya dengan kata “manre” (yang berarti makan), warga Sunda salah dengar dan menyebutnya “Mandra”.
Dari situlah nama itu melekat hingga kini, menjadi bagian dari folklor yang menghidupkan kawasan Geopark Ciletuh.
Pulau ini cocok untuk kamu yang ingin menikmati ketenangan laut sambil memotret panorama bagan nelayan dan siluet tebing yang menjulang di kejauhan.
Karang Kontol: Bentang Alam Aneh yang Penuh Mitos
Perjalanan berakhir di Karang Kontol, batu besar yang menonjol dari laut dengan bentuk unik hasil abrasi air dan angin selama jutaan tahun.
Secara ilmiah, karang ini terbentuk dari lapisan batuan pasir dan lumpur kuno yang terangkat akibat aktivitas tektonik bawah laut.
Namun, warga lokal punya cerita lain — mereka percaya batu ini membawa “energi” atau daya kekuatan bagi siapa pun yang berani mendekatinya.
Di balik nama yang nyentrik, tersimpan kisah spiritual yang menambah pesona mistis kawasan Ciletuh.
Saat matahari perlahan tenggelam di balik batu itu, lautan berubah menjadi hamparan emas. Pemandangan senja di titik ini dianggap salah satu yang paling menakjubkan di Sukabumi.
Ciletuh: Perpaduan Ilmu, Alam, dan Cerita
Menjelajahi Ciletuh bukan sekadar menikmati pemandangan, melainkan menyaksikan sendiri “buku sejarah bumi” yang terbuka.
Setiap pulau, gua, dan karang di kawasan ini adalah bab yang menceritakan perjalanan panjang alam semesta.
Tak heran jika UNESCO menetapkannya sebagai bagian dari Global Geopark Network. Di sinilah keindahan, pengetahuan, dan legenda berpadu — menghadirkan pengalaman wisata yang edukatif sekaligus spiritual.
Bagi kamu yang bosan dengan destinasi mainstream, Ciletuh adalah pilihan tepat untuk liburan akhir tahun. Di sini, kamu tak hanya menemukan panorama indah, tapi juga cerita yang membuat perjalanan terasa hidup.
Editor : Fadila An Naila