RadarMadura.id — Dikenal sebagai “Swiss Kecil di Jawa” atau De Kleine Zwitserland van Java, Kota Batu terus memikat hati wisatawan dengan pesona alamnya yang menyejukkan.
Dikelilingi oleh Gunung Arjuna, Panderman, dan Welirang, wilayah seluas lebih dari 200 kilometer persegi ini menawarkan udara sejuk, lanskap hijau, serta deretan bukit cantik yang siap jadi pelarian sempurna dari hiruk-pikuk kota.
Tak hanya menyuguhkan wisata modern dan taman rekreasi keluarga, Batu juga menyimpan keindahan alami di perbukitannya.
Dari puncak-puncak yang menawarkan sunrise memesona hingga hamparan ladang sayur yang hijau, setiap sudut bukit di kota ini memiliki pesona tersendiri.
Berikut deretan bukit terbaik di Batu yang wajib masuk daftar kunjunganmu saat berlibur.
Puncak Brakseng, Surga Hijau di Atas Awan
Di Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji, berdiri Puncak Brakseng di ketinggian sekitar 1.700 meter di atas permukaan laut.
Sejak dikembangkan pada 2017, kawasan ini langsung menarik minat banyak wisatawan karena keindahan lanskapnya yang luar biasa.
Dari ketinggian, mata akan dimanjakan panorama Gunung Arjuna dan Gunung Kawi yang berdiri gagah di kejauhan.
Udara sejuk khas pegunungan berpadu dengan pemandangan ladang sayuran yang membentang luas—kentang, sawi, hingga brokoli tumbuh subur di tanah Brakseng.
Tak jarang wisatawan memanfaatkan suasana ini untuk berfoto dengan latar kebun hijau yang berpadu bunga hortensia warna-warni.
Meski menggoda, pengunjung diimbau untuk tidak memetik bunga demi menjaga keindahan alamnya.
Bukit Kaliandra, Permata Tersembunyi di Coban Talun
Bagi pencinta petualangan ringan, Bukit Kaliandra di kawasan Coban Talun, Desa Tulungrejo, menjadi destinasi yang tak boleh dilewatkan.
Untuk mencapai puncaknya, pengunjung perlu berjalan kaki atau bersepeda sejauh sekitar 1,5 kilometer dari pintu masuk Coban Talun.
Perjalanan menanjak terbayar lunas begitu sampai di puncak.
Panorama lima gunung sekaligus terlihat dari satu titik pandang, lengkap dengan city view Kota Batu yang memesona di bawahnya.
Dari kejauhan, gemericik air terjun Coban Talun pun terlihat menambah kesan damai.
Bukit ini sering dijadikan tempat bersantai dengan hammock, berfoto, atau sekadar menikmati semilir angin gunung.
Setelah puas di puncak, wisatawan bisa melanjutkan ke taman bunga, area air terjun, hingga wahana bermain air di kawasan Coban Talun yang terletak tak jauh dari sana.
Bukit Jengkoang, Spot Terbaik untuk Sunrise dan Sunset
Bukit Jengkoang di Dusun Buludendeng, Desa Bulukerto, juga menjadi primadona wisata perbukitan di Kota Batu.
Berada di ketinggian sekitar 1.000 meter, area ini menawarkan udara segar yang menenangkan, dikelilingi hutan pinus serta kebun sayur milik warga setempat.
Tempat ini dikenal sebagai lokasi terbaik menikmati matahari terbit dan tenggelam.
Dari puncaknya, Gunung Arjuna tampak megah di cakrawala, menghadirkan pemandangan yang sempurna bagi para pemburu foto.
Menariknya, Bukit Jengkoang bisa diakses hanya sekitar 20 menit dari Alun-Alun Batu dan tidak dipungut biaya masuk, pengunjung cukup membayar parkir.
Karena buka 24 jam, tempat ini juga menjadi favorit bagi wisatawan yang ingin berkemah atau sekadar menikmati malam berbintang di udara dingin pegunungan.
Baca Juga: Dari Brakseng hingga Jengkoang, Ini Deretan Bukit di Kota Batu yang Wajib Masuk Daftar Liburanmu
Pesona Alam Batu yang Tak Pernah Redup
Kota Batu seolah memiliki cara tersendiri memikat pengunjung.
Setiap bukit menawarkan pengalaman berbeda—Brakseng dengan panorama hijau dan ladang sayur, Kaliandra dengan suasana tenang dan pemandangan lima gunung, serta Jengkoang yang terkenal dengan pesona sunrise dan sunset-nya.
Bagi siapa pun yang ingin menjauh dari hiruk-pikuk kota, deretan bukit di Batu menjadi destinasi sempurna untuk healing.
Dengan akses mudah, udara sejuk, dan lanskap memukau, wisata perbukitan di Kota Batu bukan sekadar tempat liburan, tapi juga ruang untuk menemukan ketenangan dan keindahan alam yang sesungguhnya.
Editor : Hasan Bashri