RadarMadura.id — Banyak wisatawan dari Malang yang melintasi Probolinggo saat menuju Gunung Bromo, tapi tak semua tahu kalau kota ini juga punya harta karun kuliner legendaris yang rasanya susah dilupakan.
Bukan sekadar tempat makan biasa, deretan kuliner lawas di Probolinggo ini sudah eksis puluhan tahun dan tetap ramai dikunjungi hingga kini.
Aromanya menggoda, rasanya khas, dan setiap suapan seolah menyimpan cerita panjang tentang tradisi kuliner Jawa Timur.
Kalau kamu sedang di perjalanan menuju Bromo atau sekadar singgah dari Malang, tiga kuliner legendaris ini wajib banget dicoba sebelum melanjutkan perjalanan.
1. Soto Ayam Kraksaan Pak Koya — Gurih, Harum, dan Penuh Kenangan
Soto Ayam Kraksaan Pak Koya adalah salah satu ikon kuliner yang membuat banyak orang rela menempuh perjalanan jauh ke Probolinggo.
Dikenal sejak tahun 1950-an, soto ini punya kuah santan kental yang gurih, ditambah koya yang melimpah dan ayam jantan pilihan yang membuat rasanya berbeda dari soto kebanyakan.
Soto ini pernah meraih juara pertama lomba makanan khas se-Jawa Timur pada 1991—sebuah bukti kelezatannya tak main-main.
Satu porsi dijual mulai Rp15.000 dan bisa kamu nikmati di Jalan Mayjen Sutoyo No. 10, Patokan, Kecamatan Kraksaan. Buka setiap hari pukul 06.00–21.00 WIB.
2. Nasi Campur Nyak Nyong — Porsi Royal dengan Kuah Santan Menggoda
RadarMadura.id — Kalau kamu penyuka nasi dengan banyak lauk, Nasi Campur Nyak Nyong bakal jadi surga kecil di lidahmu.
Dalam satu piring, tersaji nasi putih dengan dendeng, empal, telur, mie, serundeng, sayur, dan kerupuk udang, disiram kuah santan gurih yang bikin nagih.
Warungnya terletak di kawasan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, dan buka setiap hari pukul 06.00 hingga 13.00 WIB.
Porsinya besar, rasanya nendang, dan cocok banget buat isi energi sebelum lanjut perjalanan ke Bromo.
3. Rawon Nguling — Cita Rasa Warisan Budaya yang Tak Lekang Waktu
Sulit rasanya bicara kuliner Probolinggo tanpa menyebut Rawon Nguling.
Berdiri sejak tahun 1942, warung ini bukan hanya terkenal di kalangan wisatawan, tapi juga sudah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia oleh Kemendikbudristek pada 2018.
Kuah hitam pekat dari kluwek berpadu dengan potongan daging sapi empuk, sambal pedas, dan kerupuk udang yang menggugah selera.
Harga seporsinya mulai Rp25.000.
Lokasinya di Jalan Raya Tambakrejo No. 75, Kecamatan Tongas, buka pukul 05.30–21.00 WIB.
Kenangan Rasa yang Bertahan Lintas Generasi
Menikmati kuliner di Probolinggo bukan sekadar urusan perut, tapi juga perjalanan rasa yang merekam sejarah dan kebanggaan warga lokal.
Dari warung sederhana hingga rumah makan legendaris, semuanya punya satu kesamaan: cita rasa autentik yang tak berubah meski zaman berganti.
Jadi, kalau kamu berangkat dari Malang menuju Bromo, jangan buru-buru lewat begitu saja. Luangkan waktu untuk mencicipi tiga kuliner legendaris ini.
Dijamin, pengalaman perjalananmu akan terasa jauh lebih lengkap — dan mungkin saja, kamu bakal ingin kembali hanya untuk menikmati rasanya lagi.
Editor : Fadila An Naila