RadarMadura.id — Semur jengkol, hidangan khas Betawi yang dahulu dianggap sederhana dan beraroma menyengat, kini justru naik kelas menjadi salah satu kuliner ikonik Nusantara yang banyak dicari.
Bagi sebagian orang, semur jengkol bukan sekadar makanan, tetapi kenangan masa kecil dan simbol kehangatan meja makan keluarga Indonesia.
Dengan bumbu rempah yang meresap sempurna dan aroma khas yang menggoda, semur jengkol berhasil menembus batas selera lintas generasi.
Baca Juga: Coba Yuk! Resep Tiramisu Biskuit Susu Tanpa Oven, Lembut, Creamy, dan Bikin Nagih di Setiap Suapan
Transformasi Semur Jengkol dari Dapur Tradisional ke Tren Kuliner Kekinian
Meski sering mendapat stigma karena aromanya yang tajam, nyatanya jengkol tetap menjadi bahan masakan favorit di berbagai daerah.
Kini, banyak rumah makan hingga restoran modern menghadirkan semur jengkol sebagai menu unggulan.
Rahasianya ada pada cara pengolahan yang tepat — mulai dari perebusan hingga bumbu yang seimbang antara manis, gurih, dan sedikit pedas.
Tak heran, semur jengkol kini tak lagi identik dengan masakan kampung, melainkan menjadi ikon cita rasa khas Betawi yang mendunia.
Baca Juga: Cuma 30 Menit! Begini Cara Membuat Ayam Goreng Lengkuas Empuk dan Wangi Rempah ala Dapur Rumahan
Resep Semur Jengkol Betawi Rumahan, Empuk dan Harum Menggoda
Agar jengkol empuk dan bebas bau, kuncinya ada di proses perebusan menggunakan air cucian beras yang dicampur dengan daun salam, pandan, dan batang sereh.
Cara ini membantu menghilangkan aroma menyengat sekaligus memberi wangi alami yang lembut.
Setelah direbus hingga empuk, jengkol digeprek agar bumbunya lebih mudah meresap saat dimasak.
Bahan-bahan (untuk 10 porsi)
Jengkol 300 gram, direbus hingga empuk
Air cucian beras secukupnya
Daun salam secukupnya
Daun pandan secukupnya
Sereh secukupnya
Bumbu-bumbu
Bawang merah 6–7 siung, dirajang
Bawang putih 3 siung
Daun salam 2 lembar
Kemiri 2 butir
Cabai merah keriting 10 buah
Ketumbar biji ½ sendok makan
Merica bubuk ½ sendok teh
Pala ½ buah
Gula merah 1 sendok makan, disisir halus
Kecap manis 3–5 sendok makan (sesuai selera)
Air 200 ml
Saus tiram secukupnya
Penyedap rasa sesuai kebutuhan
Cara Membuat (waktu masak ±2 jam)
Rebus jengkol menggunakan air cucian beras bersama daun salam, daun pandan, dan batang sereh hingga empuk. Bilas bersih, tiriskan, dan memarkan.
Haluskan bumbu seperti bawang putih, kemiri, cabai merah, ketumbar, merica, dan pala hingga lembut.
Tumis bawang merah hingga harum, lalu masukkan bumbu halus dan daun salam. Tumis hingga matang dan wangi.
Masukkan jengkol yang telah digeprek, tambahkan gula merah, kecap manis, dan saus tiram. Aduk rata hingga bumbu meresap.
Tuang air panas, masak dengan api kecil hingga kuah mengental dan berwarna cokelat tua.
Koreksi rasa, tambahkan penyedap jika perlu. Sajikan hangat dengan taburan bawang goreng di atasnya.
Cita Rasa Manis Gurih yang Selalu Bikin Rindu
Perpaduan bumbu rempah dan kecap manis menciptakan rasa khas semur jengkol yang sulit ditandingi.
Tekstur jengkol yang lembut, berpadu dengan kuah kental berwarna cokelat kehitaman, menghadirkan sensasi hangat di setiap suapan.
Tak hanya nikmat untuk santapan harian, semur jengkol juga sering hadir di meja makan saat Lebaran atau acara keluarga besar.
Editor : Hasan Bashri