RadarMadura.id — Menjelang liburan akhir tahun, banyak keluarga mulai mencari destinasi yang tak hanya indah tapi juga bermanfaat.
Kota Malang menjadi pilihan ideal karena menawarkan udara sejuk, pemandangan hijau, dan beragam agrowisata murah meriah yang menyuguhkan pengalaman belajar di tengah alam.
Bukan hanya sekadar jalan-jalan, wisatawan juga bisa belajar langsung tentang pertanian, menikmati hasil kebun segar, hingga berinteraksi dengan warga lokal di desa wisata.
Berikut lima rekomendasi agrowisata terbaik di Malang yang cocok untuk liburan keluarga di penghujung tahun.
Baca Juga: Akhir Pekan Lebih Berkesan! Ini 3 Tempat Wisata Keluarga di Bululawang Malang yang Lagi Hits
1. Desa Wisata Pujon Kidul – Harmoni Alam, Edukasi, dan Kuliner Pedesaan
Bagi yang ingin merasakan ketenangan khas pedesaan, Desa Wisata Pujon Kidul wajib masuk daftar kunjungan.
Terletak di dataran tinggi dengan pemandangan sawah dan perbukitan, tempat ini menawarkan pengalaman menyatu dengan alam.
Wisatawan bisa memberi makan ternak, mengikuti kegiatan bertani, hingga menikmati sajian lokal di Cafe Sawah, yang terkenal dengan panorama hijau terbuka.
Tiket masuknya sangat ramah di kantong, sekitar Rp 10.000–Rp 15.000. Cocok untuk liburan akhir tahun bertema alam dan edukasi.
2. Lembah Indah Malang – Surga Berkemah dan Edukasi Botani
Kalau ingin menggabungkan petualangan dengan pembelajaran, Lembah Indah Malang di Ngajum bisa jadi pilihan tepat.
Kawasan ini memadukan wisata alam, edukasi botani, dan aktivitas outdoor seperti berkemah di bawah bintang.
Panorama pegunungan yang menyejukkan dan spot foto kekinian membuat tempat ini digemari anak muda maupun keluarga.
Tiket masuknya berkisar Rp 20.000–Rp 30.000.
Tak heran, Lembah Indah sering jadi destinasi favorit untuk healing sekaligus menambah wawasan alam menjelang tahun baru.
3. Wisata Alam Brakseng – Negeri di Atas Awan yang Bikin Adem Pikiran
Terletak di Bumiaji, Kota Batu, Wisata Alam Brakseng menghadirkan pemandangan menakjubkan berupa hamparan kebun sayur di lereng pegunungan.
Suhu dingin dan udara segar menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang ingin melepas penat.
Selain menikmati panorama, pengunjung juga bisa bersantai di kafe lokal sambil menyeruput kopi hangat berlatar awan dan perbukitan.
Dengan tiket sekitar Rp 10.000–Rp 15.000, Brakseng menjadi pilihan liburan akhir tahun hemat yang menyegarkan mata dan pikiran.
Baca Juga: 8 Kuliner Bali Paling Hits untuk Liburan Akhir Tahun, dari Seafood Jimbaran hingga Bebek Bengil Ubud
4. Kampung Jeruk Tlekung – Petik Buah Sambil Belajar Bertani
Bagi keluarga dengan anak kecil, Kampung Jeruk Tlekung di kawasan Kepanjen bisa menjadi destinasi seru dan edukatif.
Di sini, pengunjung dapat memetik jeruk langsung dari pohonnya sambil mengenal proses bercocok tanam secara langsung.
Selain aktivitas petik buah, pengunjung juga bisa mencicipi hasil panen segar di tempat.
Dengan tiket sekitar Rp 10.000, wisata ini menjadi cara sederhana namun berkesan untuk mengenalkan anak pada dunia pertanian saat liburan akhir tahun bersama keluarga.
5. Kebun Teh Wonosari – Tenangkan Diri di Tengah Hamparan Hijau
Ingin menutup tahun dengan suasana damai dan menenangkan?
Datanglah ke Kebun Teh Wonosari di Singosari.
Hamparan kebun teh hijau dan udara pegunungan yang sejuk membuat siapa pun betah berlama-lama.
Selain menikmati pemandangan, pengunjung dapat menyaksikan langsung proses pengolahan teh mulai dari pemetikan hingga pengemasan.
Fasilitasnya lengkap, mulai dari kolam air panas, kolam renang, gazebo hingga cottage.
Tiket masuk sekitar Rp 15.000, cocok untuk liburan akhir tahun bernuansa relaksasi dan edukasi.
Menutup Tahun dengan Pengalaman Bermakna di Agrowisata Malang
Malang memang tak pernah kehabisan ide untuk memanjakan wisatawan.
Dari kebun teh hingga desa wisata, setiap sudutnya menghadirkan pengalaman liburan akhir tahun yang menyenangkan, hemat, dan penuh pelajaran hidup.
Bagi yang ingin menjauh sejenak dari hiruk-pikuk kota tanpa harus menguras dompet, deretan agrowisata ini bisa jadi pilihan sempurna untuk menutup tahun dengan momen berharga bersama keluarga.
Editor : Hasan Bashri