Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Kuliner Tradisional Sumenep: Kue Mento Lembut dengan Isian Ayam Wortel dan Kuah Santan Menggoda

Fadila An Naila • Kamis, 28 Agustus 2025 | 17:31 WIB

Kue Mento Sumenep Madura, Kuliner Khas Saat Bulan Puasa
Kue Mento Sumenep Madura, Kuliner Khas Saat Bulan Puasa

RadarMadura.id— Kelezatan kuliner tradisional Sumenep, Madura, tak pernah habis untuk dijelajahi. Salah satu yang menjadi ikon kuliner daerah ini adalah kue mento, atau dalam dialek Madura dikenal dengan sebutan “mentho”.

Kue mento sendiri awalnya berasal dari keraton Jepara, Jawa Tengah. Namun, seiring akulturasi budaya, kue ini diadaptasi oleh masyarakat Sumenep dengan ciri khas tersendiri.

Perbedaan terlihat dari bentuk, cara penyajian, dan momen konsumsi. Di Sumenep, kue mento biasanya menjadi primadona saat bulan puasa, dijual menjelang buka sebagai takjil yang banyak diburu warga.

Keunikan kue mento Sumenep terletak pada kombinasi isian dan kuah santan yang gurih. Isian kue memadukan wortel serut dan potongan ayam, dilengkapi bumbu halus yang ditumis hingga harum, kemudian dicampur dengan tepung terigu dan susu hingga mengental.

Kulit kue dibuat dari campuran tepung terigu, tepung tapioka, putih telur, dan air, yang dicetak tipis seperti kulit risol.

Kuah santan kental disiapkan dari santan instan, tepung beras, dan air, kemudian dimasak hingga mengental dan gurih.

Saat disajikan, kue mento dihidangkan dengan siraman kuah santan hangat, serta taburan daun jeruk, irisan cabai rawit, dan bawang goreng sebagai topping.

Proses pembuatan kue mento memang membutuhkan ketelitian, mulai dari menumis bumbu, memasak isian, menyiapkan kulit, hingga memasak kuah santan. Namun hasilnya sepadan, menghasilkan kue tradisional yang lembut, gurih, dan kaya rasa.

Kue mento khas Sumenep tidak hanya menjadi bagian kuliner lokal, tetapi juga mencerminkan sejarah dan adaptasi budaya dari Jepara.

Keunikan rasa dan sajian kuah santan membuat kue ini tetap relevan sebagai kuliner favorit, khususnya selama bulan Ramadhan. (Fadila) 

Editor : Fadila An Naila
#sumenep #kuliner sumenep #kue mento #kuliner tradisional