RadarMadura.id— Sumenep, kabupaten yang terletak di ujung timur Pulau Madura, tidak hanya terkenal dengan kekayaan budaya dan panorama alamnya, tetapi juga menyimpan beragam kuliner unik yang patut dicoba.
Salah satu sajian tradisional yang masih jarang dikenal wisatawan adalah olet, camilan berbahan dasar singkong dengan cita rasa legit dan menggoda selera.
Olet menjadi salah satu kue tradisional khas Sumenep yang sulit ditemukan di daerah lain. Proses pembuatannya cukup sederhana namun sarat makna budaya. Singkong diparut hingga halus, kemudian dipadatkan dan diletakkan di tampah.
Bagian atasnya diberi taburan ketan hitam sebagai penambah tekstur dan rasa. Penyajiannya semakin menggugah selera dengan tambahan parutan kelapa segar dan siraman tangguli, yaitu cairan nira yang dimasak sebelum mengental menjadi gula.
Sensasi rasa olet begitu khas, memadukan gurihnya kelapa, manisnya gula aren, dan kenyalnya singkong, berpadu menciptakan aroma khas yang sulit dilupakan.
Camilan ini berasal dari Kecamatan Lenteng, Sumenep, dan umumnya bisa ditemukan di pasar tradisional, terutama di Pasar Lenteng setiap hari Minggu.
Dengan harga terjangkau mulai dari Rp 1.000 hingga Rp 5.000 per porsi, olet menjadi pilihan tepat sebagai teman minum teh atau kopi di pagi maupun sore hari.
Kehadiran olet mencerminkan kreativitas masyarakat Sumenep dalam mengolah bahan-bahan alami yang tersedia di sekitar, sekaligus mempertahankan tradisi kuliner warisan leluhur.
Bagi wisatawan yang berkunjung ke Sumenep, mencicipi olet bisa menjadi pengalaman kuliner yang unik. Perpaduan rasa dan kesederhanaan pembuatannya menjadi daya tarik tersendiri yang membuat siapa saja ingin kembali menikmatinya. (Fadila)
Editor : Fadila An Naila