Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Gili Iyang, Pulau Oksigen di Sumenep dengan Udara Sehat, Pantai Cantik, dan Panorama Alam yang Bikin Betah Berlama-lama

Fadila An Naila • Senin, 25 Agustus 2025 | 03:58 WIB

Potret Gili Iyang dari Atas
Potret Gili Iyang dari Atas

RadarMadura.id— Gili Iyang di Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, dikenal sebagai pulau dengan kadar oksigen tinggi yang menyehatkan.

Pulau ini terbagi menjadi dua desa, yakni Desa Banraas dan Desa Bancamara, dan menyimpan berbagai destinasi wisata yang memikat wisatawan lokal maupun mancanegara.

1. Titik Oksigen

Titik Oksigen menjadi tujuan utama wisatawan saat menginjakkan kaki di Gili Iyang. Area ini dilengkapi gardu kayu sebagai tempat bersantai sambil menikmati udara segar khas pulau.

Penelitian pada 2006 mencatat kadar oksigen di Gili Iyang mencapai 20,9 persen, lebih tinggi dibanding banyak daerah lain di Indonesia.

Rendahnya polutan seperti karbon monoksida, nitrogen oksida, dan sulfur dioksida membuat udara di pulau ini terasa lebih bersih dan sehat.

 Baca Juga: Pisang Goreng Thailand Viral, Camilan Renyah Aroma Wijen yang Lagi Diburu Foodies

2. Batu Cangga

Batu Cangga adalah tebing alami di atas laut yang unik karena disangga batu menyerupai pilar bangunan.

Untuk mencapai lokasi dengan pemandangan laut lepas ini, pengunjung menuruni tangga beton yang dilengkapi pagar. Spot ini menjadi favorit pencinta fotografi berkat lanskapnya yang dramatis.

3. Gua Mahakarya

Berukuran sekitar satu meter tingginya dan memiliki lorong lima meter, Gua Mahakarya menuntut pengunjung untuk merunduk saat memasukinya. Daya tariknya terletak pada stalaktit dan stalagmit yang terbentuk alami.

Saat sinar matahari menembus celah pepohonan di atas gua, tercipta siluet yang memukau dan menjadi momen sempurna untuk diabadikan.

4. Pantai Ropet

Pantai Ropet terkenal akan terumbu karangnya. Perjalanan sekitar tiga kilometer dari titik sandar perahu akan disuguhi deretan pohon kelapa yang menambah eksotisme.

Momen matahari terbenam di pantai ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana romantis di tepi laut.

Bagi wisatawan yang ingin bermalam, tersedia homestay bergaya rumah panggung yang terletak di dekat Batu Cangga. Pilihan lain adalah menginap di rumah warga untuk merasakan kehangatan suasana pedesaan.

Untuk menuju Gili Iyang, perjalanan dimulai dari Pelabuhan Dungkek menggunakan perahu tambangan dengan tarif Rp 15.000 per orang. Waktu tempuh sekitar 30–40 menit. Bagi yang membawa kendaraan roda dua, biaya tambahan sebesar Rp 15.000 dikenakan.

Dengan udara yang menyehatkan dan panorama alam yang mempesona, Gili Iyang menjadi destinasi yang wajib masuk dalam daftar liburan di Madura. (Fadila) 

Editor : Fadila An Naila
#wisata sumenep #liburan #sumenep #wisata alam #gili iyang