RadarMadura.id - Tersembunyi di balik hutan lebat Lumajang, Air Terjun Tumpak Sewu menjadi destinasi wajib bagi pencinta petualangan ekstrem.
Dengan jalur curam dan medan menantang, tempat ini menghadirkan sensasi eksplorasi alam liar yang tak biasa.
Tumpak Sewu memiliki tinggi sekitar 120 meter dengan ratusan aliran air yang membentuk tirai raksasa dari tebing curam.
Baca Juga: Perbedaan Chipset iPhone 17 vs iPhone 16: Apa yang Baru?
Saat sinar matahari menyentuh kabut airnya, tercipta pelangi alami yang memperindah lanskap dramatisnya.
Jalur menuju air terjun ini tidak mudah, memerlukan stamina dan kehati-hatian karena harus menuruni lembah dan menyebrangi sungai berbatu.
Namun, pengalaman trekking ini justru menjadi daya tarik utama bagi wisatawan berjiwa petualang.
Perjalanan dari Malang atau Surabaya memakan waktu 2–3 jam, ditambah waktu tempuh berjalan kaki sekitar 30–45 menit.
Meski melelahkan, setiap langkah akan terbayar dengan panorama spektakuler yang menanti di ujung jalur.
Tidak hanya menawarkan keindahan visual, Tumpak Sewu juga menyuguhkan atmosfer spiritual yang kuat dari alam yang masih perawan.
Suara gemuruh air dan hijaunya hutan menciptakan ketenangan yang sulit ditemukan di tempat lain.
Banyak wisatawan menyebut kunjungan ke Tumpak Sewu sebagai "pengalaman sekali seumur hidup" yang memadukan tantangan fisik dan keajaiban alam.
Baca Juga: Begini Cara Daftar Bansos PKH 2025, dari Lansia, Ibu Hamil, Hingga Keluarga Kurang Mampu
Untuk pengalaman maksimal, datanglah pagi hari saat kabut masih menggantung dan suasana masih sepi.
Air Terjun Tumpak Sewu bukan sekadar objek wisata biasa, melainkan destinasi kelas dunia yang merepresentasikan keagungan alam Indonesia.
Tak heran jika tempat ini semakin populer di Google dan menjadi sorotan wisatawan mancanegara. (fadila)
Editor : Fadila An Naila