RadarMadura.id - Jika Anda sedang mencari sarapan sehat yang mengenyangkan sekaligus kaya rasa, maka Tinutuan bisa menjadi pilihan utama.
Hidangan tradisional khas Sulawesi Utara ini bukan sekadar bubur biasa, Tinutuan merupakan perwujudan budaya kuliner Manado yang menggugah selera sekaligus menyehatkan tubuh.
Dengan kombinasi bahan nabati yang berlimpah dan cara pengolahan sederhana, Tinutuan sudah lama menjadi simbol kehangatan rumah dan kekayaan pangan lokal.
Mengenal Lebih Dekat Tinutuan
Tinutuan adalah bubur khas Manado yang dikenal karena komposisinya yang penuh dengan sayuran segar dan umbi-umbian.
Tidak mengandung daging, bubur ini sangat cocok bagi Anda yang vegetarian atau sedang mencari alternatif makanan sehat tanpa pengawet dan pengolahan rumit.
Biasanya Tinutuan disajikan dengan pelengkap seperti ikan asin goreng, sambal, hingga abon ikan cakalang, yang membuat perpaduan rasa antara gurih, manis, dan pedas terasa begitu pas di lidah.
Resep Tinutuan Bubur Manado untuk 10 Porsi
Bahan Utama:
150 gr beras putih atau campuran dengan beras merah, cuci bersih
200 gr ubi kuning/putih, potong kotak
300 gr labu kuning, potong kotak
2,5 L air (sisihkan 500 ml untuk ditambahkan bertahap)
Sayuran:
1 ikat bayam, petiki daun dan iris kasar
1 ikat kangkung, ambil bagian daun pucuk
1 lembar daun kunyit
2 genggam daun kemangi
10 lembar daun gedi, iris kasar
Bumbu:
4 batang serai, geprek
1 ruas jahe, geprek
1 sdm garam
1 sdt lada bubuk
1 sdt kaldu jamur
1 sdt gula pasir
Pelengkap:
Ikan asin, ikan teri, atau jambal goreng
Sambal rawit merah rebus, ulek kasar
Cara Membuat Tinutuan:
1. Rebus 2 liter air hingga mendidih, lalu masukkan beras, ubi, labu, dan jagung (jika ada). Masak sampai semua bahan setengah lunak.
2. Masukkan bumbu geprek seperti serai, jahe, bawang iris, dan daun kunyit. Gunakan panci stainless tebal agar bubur tidak mudah gosong. Tutup panci dan masak dengan api sedang selama 10 menit.
3. Jika air menyusut, tambahkan sisa 500 ml air sesuai kebutuhan. Setelah semua bahan menjadi lembek, hancurkan ubi dan labu dengan sendok sayur agar teksturnya lebih creamy. Tambahkan bayam dan kangkung, aduk perlahan, dan masak selama 5 menit.
4. Masukkan daun gedi yang berfungsi mengentalkan tekstur bubur. Aduk rata dan koreksi rasa dengan menambahkan garam, gula, atau kaldu jamur sesuai selera.
5. Menjelang bubur matang, masukkan daun kemangi agar aromanya segar dan menggoda. Aduk cepat lalu matikan api.
6. Sajikan hangat bersama ikan asin goreng dan sambal rawit yang diulek kasar. Bubur ini nikmat disantap saat pagi hari atau ketika cuaca sedang dingin.
Rahasia Lezat Tinutuan
Salah satu ciri khas dari Tinutuan yang membedakannya dengan bubur lainnya adalah keberadaan daun gedi.
Daun ini membantu menjaga kekentalan bubur secara alami tanpa harus ditambahkan pengental buatan.
Jika sulit menemukannya di luar Sulawesi, Anda bisa mengganti dengan sayur yang sejenis, namun rasanya tentu akan sedikit berbeda.
Baca Juga: Lezat dan Unik, Ini Resep Soto Merah Madura yang Kaya Rempah dan Membuat Serasa Menjelajah Madura Setiap Suapan
Kelezatan dan Manfaat Kesehatan Tinutuan
Mengandung karbohidrat dari beras, serat dari sayuran hijau, serta vitamin dari labu dan ubi, Tinutuan adalah menu lengkap dan seimbang.
Tanpa penggunaan minyak dan lemak hewani, bubur ini cocok bagi penderita kolesterol, hipertensi, atau mereka yang sedang menjalankan pola makan plant-based. (hasan)
Editor : Hasan Bashri